Harga minyak mentah dunia akhirnya menunjukkan tanda-tanda penurunan setelah negara-negara G7 melunak dan memenuhi permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, Trump menekan para pemimpin Eropa dengan ancaman keras: jika mereka tidak setuju melepas cadangan minyak dan diesel, AS akan melarang total ekspor diesel ke negara-negara Eropa.
Ancaman ini bukan main-main. Diesel menjadi komoditas vital bagi industri dan transportasi di Eropa. Jika larangan ekspor benar-benar diberlakukan, benua biru itu bisa kelabakan menghadapi krisis energi yang serius. Akhirnya, G7 pun menyetujui permintaan Trump untuk membuka keran cadangan minyak mereka.
Analisis Dampak: Keputusan ini menjadi pukulan ganda bagi pasar energi global. Di satu sisi, langkah G7 melepas cadangan minyak berhasil menekan harga minyak mentah dunia. Namun di sisi lain, ini menunjukkan dominasi AS dalam menentukan kebijakan energi global. Bagi masyarakat Indonesia, penurunan harga minyak mentah ini bisa menjadi angin segar, terutama untuk menekan biaya transportasi dan harga barang kebutuhan pokok. Meski begitu, perlu diwaspadai bahwa ketegangan geopolitik semacam ini bisa memicu volatilitas harga di masa depan.