Serangan Rusia yang terus membombardir infrastruktur energi Ukraina memaksa warga Kyiv mengambil langkah ekstrem. Olena Konoplia, seorang warga ibu kota, memutuskan pindah ke pedesaan setelah listrik dan pemanas ruangan mulai sulit diandalkan. Ia menghabiskan waktu berminggu-minggu mencari lokasi yang aman sebelum akhirnya menetap di sebuah pondok di komunitas pedesaan, dua jam dari pusat kota.
Dalam wawancaranya dengan BBC, Olena mengungkapkan strategi bertahan hidupnya. Ia sengaja memilih desa kecil yang jauh dari pabrik, gudang, maupun stasiun kereta api. Alasannya jelas: fasilitas industri dan transportasi tersebut menjadi target utama serangan drone dan rudal Rusia. Dengan tinggal di area yang minim infrastruktur strategis, ia berharap bisa terhindar dari dampak langsung serangan musuh.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Gelombang urbanisasi terbalik kini melanda Ukraina. Warga kota besar berbondong-bondong mencari perlindungan di daerah pedesaan yang dinilai lebih aman dari jangkauan serangan. Pemerintah Ukraina sendiri terus berupaya memperbaiki jaringan listrik yang rusak, namun ancaman musim dingin yang panjang dengan suhu di bawah nol derajat menjadi momok menakutkan bagi jutaan warga.