UKRAINA LUMPUH KARENA DRONE RUSIA, ZAPORIZHIA GELAP GULITA! - Berita Dunia
← Kembali

UKRAINA LUMPUH KARENA DRONE RUSIA, ZAPORIZHIA GELAP GULITA!

Foto Berita

Situasi di Ukraina kian memanas setelah rentetan serangan drone dan rudal masif yang dilancarkan Rusia, menyebabkan pemadaman listrik meluas di tengah suhu dingin membekukan. Tak hanya itu, Ukraina juga membalas dengan menyerang wilayah pendudukan Rusia di Zaporizhia, membuat ratusan ribu warganya gelap gulita.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan, setidaknya dua orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan drone Rusia yang bertubi-tubi di sejumlah wilayah Ukraina. Serangan pada Minggu dini hari lalu menyasar infrastruktur energi di Sumy, Kharkiv, Dnipro, Zaporizhia, Khmelnytskyi, dan Odesa. Lebih dari 200 drone disebut terlibat dalam serangan semalam suntuk tersebut.

"Sistem energi kami masih dalam kondisi sulit, namun kami berupaya keras memulihkan layanan secepat mungkin," tulis Zelenskyy di media sosial X. Ia juga menyebut, dalam seminggu terakhir saja, Ukraina menghadapi lebih dari 1.300 serangan drone, sekitar 1.050 bom udara terpandu, dan 29 rudal dari berbagai jenis.

Melihat kondisi ini, Zelenskyy kembali menyerukan bantuan global. "Ukraina sangat membutuhkan perlindungan lebih, terutama rudal untuk sistem pertahanan udara. Jika Rusia sengaja mengulur proses diplomatik, dunia harus merespons tegas: lebih banyak bantuan untuk Ukraina dan lebih banyak tekanan untuk agresor."

Krisis energi di Ukraina semakin parah di musim dingin ini. Zelenskyy sebelumnya mengatakan, impor listrik dan peralatan daya tambahan harus dipercepat, mengingat ibu kota Kyiv, serta wilayah Kharkiv dan Zaporizhia, menjadi daerah yang paling parah dilanda pemadaman. Pemerintah Ukraina bahkan telah mengumumkan status darurat energi karena jaringan listrik yang rusak hanya mampu memenuhi 60 persen kebutuhan nasional. Kondisi ini diperparah dengan suhu yang sangat dingin, membuat banyak keluarga kesulitan untuk tetap hangat.

Sejak invasi pada Februari 2022, Rusia memang kerap menargetkan infrastruktur energi Ukraina selama musim dingin. Tujuannya adalah menekan pemimpin Ukraina agar menyetujui tuntutan Moskow, termasuk konsesi wilayah dan jaminan Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO. PBB dan pengamat lainnya telah mengecam keras serangan Rusia terhadap infrastruktur energi sipil, menekankan bahwa anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan.

Di sisi lain, Ukraina juga melancarkan serangan balasan. Gubernur Yevgeny Balitsky yang ditunjuk Moskow menyatakan, lebih dari 200.000 warga di wilayah Zaporizhia yang diduduki Rusia tanpa listrik setelah serangan drone Ukraina pada Sabtu. Insiden ini kian menambah daftar panjang penderitaan warga sipil di tengah konflik berkepanjangan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook