AS BALAS DENDAM: PEMIMPIN TEROR SURIAH TUMBANG! - Berita Dunia
← Kembali

AS BALAS DENDAM: PEMIMPIN TEROR SURIAH TUMBANG!

Foto Berita

Amerika Serikat kembali menunjukkan taringnya dalam perburuan teroris. Sebuah serangan udara di Suriah barat laut sukses menewaskan seorang pemimpin yang punya kaitan erat dengan serangan mematikan terhadap pasukan AS bulan lalu. Kabar ini disampaikan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Sabtu (waktu setempat).

Sosok yang tewas diidentifikasi sebagai Bilal Hasan al-Jasim, seorang pemimpin yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Menurut CENTCOM, al-Jasim memiliki koneksi langsung dengan anggota ISIL (ISIS) yang bertanggung jawab atas penyerangan yang menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah militer pada pertengahan Desember lalu di Palmyra, Suriah.

"Tidak ada tempat yang aman bagi mereka yang merencanakan, melakukan, atau menginspirasi serangan terhadap warga Amerika dan pasukan kami. Kami akan menemukan kalian," tegas Komandan CENTCOM, Brad Cooper, dalam pernyataannya. Pesan ini jelas: AS tidak akan pandang bulu dalam memburu pelaku teror.

Insiden yang memicu pembalasan ini terjadi pada 13 Desember, di mana serangan ISIL di Palmyra merenggut nyawa dua prajurit AS dan seorang penerjemah. Sejak saat itu, AS gencar melancarkan serangkaian serangan besar-besaran di Suriah sebagai respons.

Sebagai bagian dari operasi balas dendam yang dimulai Desember lalu, CENTCOM melaporkan bahwa pasukan AS bersama mitranya telah menghantam lebih dari 100 situs "infrastruktur dan senjata" milik ISIL. Tak hanya itu, dalam setahun terakhir, AS dan pasukan mitranya juga berhasil menangkap lebih dari 300 anggota ISIL serta menewaskan lebih dari 20 lainnya di seluruh Suriah.

Sebelumnya, Presiden AS saat itu, Donald Trump, memang telah berjanji akan memberikan kerugian besar bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap pasukannya. "Saya bisa katakan, di Suriah, akan ada banyak kerugian besar yang menimpa orang-orang yang melakukannya," ujar Trump pada 13 Desember silam.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook