OTTAWA - Pemerintah Kanada secara resmi menghentikan rencana perluasan program bantuan kematian medis (MAID) untuk pasien yang kondisi tunggalnya adalah gangguan kesehatan mental. Menteri Kehakiman Sean Fraser mengumumkan bahwa keputusan ini diambil karena tidak adanya konsensus di kalangan medis mengenai kriteria kelayakan pasien.
Kebijakan ini sebelumnya dijadwalkan mulai berlaku pada Maret 2027. Namun, dengan adanya undang-undang baru yang akan diajukan dalam beberapa pekan ke depan, perluasan tersebut ditangguhkan tanpa batas waktu. Langkah ini diambil setelah panel parlemen merekomendasikan agar perluasan tersebut tidak dilanjutkan.
Meskipun demikian, pemerintah tetap memasukkan klausul baru yang memungkinkan pasien dengan penyakit tak tersembuhkan yang progresif untuk memberikan persetujuan awal (advanced requests) sebelum kondisi kesehatan mereka memburuk. Keputusan akhir mengenai hal ini akan diserahkan kepada masing-masing provinsi.
Isu ini menuai pro dan kontra. Para pendukung perluasan berargumen bahwa pembatasan ini melanggar hak konstitusional pasien untuk mengakses layanan kesehatan yang setara. Sebaliknya, kelompok penentang meragukan kemampuan dunia medis dalam menentukan secara akurat apakah suatu gangguan jiwa bersifat irremediable atau tidak dapat disembuhkan.