MEMANAS! IRAN TETAPKAN TENTARA EROPA SEBAGAI KELOMPOK TERORIS - Berita Dunia
← Kembali

MEMANAS! IRAN TETAPKAN TENTARA EROPA SEBAGAI KELOMPOK TERORIS

Foto Berita

Iran tak tinggal diam. Sebagai respons balasan atas keputusan Uni Eropa (UE) yang menetapkan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris, parlemen Iran kini balik menyatakan pasukan militer negara-negara Eropa sebagai “kelompok teroris.” Langkah ini diambil Minggu lalu oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengacu pada “Pasal 7 Undang-Undang Penanggulangan Deklarasi IRGC sebagai Organisasi Teroris.”

Menurut Ghalibaf, keputusan Eropa ini adalah blunder fatal dan menunjukkan kepatuhan buta pada Amerika Serikat, sekaligus merugikan kepentingan rakyat Eropa sendiri. Sebelumnya, Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, pada Kamis lalu mengumumkan penetapan IRGC sebagai teroris, menegaskan bahwa penindasan di Iran tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kallas menambahkan, rezim yang membunuh ribuan rakyatnya sendiri pasti sedang menuju kehancuran.

Keputusan UE ini muncul menyusul laporan ribuan korban jiwa dalam gelombang demonstrasi nasional di Iran yang dimulai sejak 28 Desember. Awalnya dipicu isu ekonomi, protes ini dengan cepat berkembang menjadi tantangan serius bagi pemerintah. Agensi berita Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS melaporkan 6.713 kematian, meski otoritas Iran sendiri mengklaim angka lebih rendah, yaitu 3.117 jiwa, termasuk pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Akses internet dan seluler sempat terputus total di Iran pada puncak protes awal Januari lalu.

IRGC sendiri merupakan salah satu cabang militer Iran yang sangat kuat, dibentuk setelah Revolusi Iran 1979. Mereka tidak hanya berperan penting dalam pertahanan negara, tetapi juga terlibat dalam operasi luar negeri dan memperkuat pengaruh Iran di kawasan. IRGC bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Langkah balasan Iran ini muncul di tengah ketegangan yang memanas dengan Amerika Serikat. Meskipun Presiden AS Donald Trump sempat mengklaim Iran “serius berbicara” untuk negosiasi, ketegangan masih terasa. Iran sendiri memperingatkan akan ada respons “komprehensif” jika diserang, bahkan telah merencanakan latihan militer tembak langsung pada Minggu dan Senin di Selat Hormuz. Selat strategis ini, yang merupakan jalur seperlima perdagangan minyak dunia, sangat vital bagi perekonomian global. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, turut bersuara. Ia menegaskan bahwa serangan AS terhadap Iran akan memicu konflik regional. Khamenei menyampaikan, ancaman militer AS tidak akan membuat rakyat Iran gentar. “Kami bukan pemicu konflik dan tidak ingin menyerang negara mana pun, namun bangsa Iran akan memberikan pukulan telak kepada siapa pun yang menyerang dan mengganggu mereka,” ujarnya. Eskalasi ini memperlihatkan semakin rumitnya hubungan Iran dengan Barat, dengan potensi dampak besar pada stabilitas regional dan pasar energi global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook