POMPEO: KORBAN GAZA JANGAN TERTULIS DALAM SEJARAH! - Berita Dunia
← Kembali

POMPEO: KORBAN GAZA JANGAN TERTULIS DALAM SEJARAH!

Foto Berita

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, baru-baru ini membuat pernyataan kontroversial yang memicu kekhawatiran besar di tengah krisis Gaza. Berbicara di MirYam Institute, Pompeo secara tegas menyatakan bahwa ia tidak ingin sejarah mencatat warga Gaza sebagai korban konflik. Baginya, mereka hanyalah "kerugian tambahan" dan "korban sejati" adalah Israel. Pernyataan ini sontak disambut tepuk tangan hadirin dan mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk menghapus narasi dan identitas korban dari Palestina. Situasi tragis di lapangan menjadi bukti nyata bagaimana upaya penghapusan ini berdampak pada masyarakat. Jamal, seorang anak berusia sembilan tahun di kamp pengungsian al-Mawasi, Gaza, menderita kejang neurologis parah dan terus-menerus. Selama seminggu, ia tidak bisa mendapatkan Baclofen, obat vital yang sangat dibutuhkan untuk mengontrol kejangnya. Obat ini, bersama dengan banyak obat-obatan penting lain seperti pereda nyeri dan antibiotik, dilaporkan diblokir masuk ke Gaza oleh Israel. Ibu Jamal, Shaima, sudah mencari ke mana-mana: rumah sakit, klinik, gudang Kementerian Kesehatan, bahkan Palang Merah, namun nihil. Jamal kini harus menahan puluhan kali kejang setiap hari tanpa harapan akan bantuan atau alternatif obat. Upaya penghapusan identitas dan penderitaan warga Palestina tak hanya terjadi di bidang kemanusiaan. Di ranah global, badan seperti United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA), yang berperan penting dalam melestarikan status pengungsi dan hak kembali warga Palestina, kini secara sistematis dilemahkan. Bahkan di media sosial, TikTok dilaporkan melakukan 'shadow banning' dan pembatasan akun pro-Palestina setelah diakuisisi oleh konglomerat yang bersahabat dengan Israel. Tak hanya itu, di Amerika Serikat, Inggris, dan negara lain, undang-undang lokal dipakai untuk menindak pemuda pro-Palestina, dengan banyak yang ditahan hanya karena berekspresi. Analisis menunjukkan, pernyataan Pompeo ini bukan sekadar retorika. Ini adalah bagian dari "fase genosida" berikutnya yang digambarkan sebagai upaya penghapusan ingatan dan martir. Setelah menghancurkan infrastruktur, budaya, dan ekonomi Gaza, kini fokus bergeser pada upaya membungkam suara, memutarbalikkan fakta, dan menghilangkan jejak penderitaan. Bagi masyarakat Gaza, ini berarti bukan hanya menghadapi kehancuran fisik, tetapi juga ancaman nyata atas hak mereka untuk dikenang, bersuara, dan diakui sebagai manusia dengan penderitaan yang valid. Upaya ini berpotensi menciptakan jurang ingatan sejarah yang berbahaya, di mana satu sisi narasi didominasi sementara sisi lain sengaja dikubur. Ini adalah perang narasi dan legitimasi yang berisiko merampas kemanusiaan dari para korban.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook