Persaingan kursi gubernur Ohio memanas kurang dari dua pekan sebelum pemilu 3 November. Kandidat Partai Republik, Vivek Ramaswamy, menuai kecaman dari partainya sendiri setelah merilis iklan serangan yang menampilkan ibu kandung lawannya, Amy Acton (Demokrat), yang sudah lama terpisah.
Dalam video yang beredar Senin, Donna Arthur menuduh putrinya pembohong dan memiliki masalah kejiwaan. Ia juga membantah cerita Acton soal masa kecil yang hidup di tenda. Namun, iklan itu tidak menyebut fakta penting: Arthur dan Acton terpisah sejak 1978, saat Acton berusia 12 tahun, setelah ayah tirinya didakwa memperkosanya. Rekaman pengadilan dan pemberitaan saat itu mendukung cerita Acton, dan FactCheck.org menemukan bukti yang menghubungkan ayah tirinya dengan lokasi perkemahan tersebut.
Ramaswamy enggan menarik iklan dan siap menggelontorkan 4 juta dolar AS untuk promosinya. Kubu Acton membalas dengan iklan yang menampilkan saudara laki-lakinya, Phil Stearns, yang menegaskan bahwa Acton melindunginya dari kekerasan. Pakar politik Universitas Cincinnati, David Niven, menilai iklan ini tidak biasa karena menyerang sisi personal secara ekstrem. Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance membela Ramaswamy, sementara politisi senior Republik lainnya meminta iklan ditarik.