Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa baik Rusia maupun Ukraina sebenarnya sama-sama menginginkan berakhirnya perang yang telah berlangsung sejak 2022 lalu. Namun, menurut Trump, kedua negara tersebut masih belum menemukan formula yang tepat untuk mencapai kesepakatan damai.
Dalam pernyataannya, Trump juga menegaskan bahwa Washington masih terus memberikan bantuan intelijen kepada Ukraina. Menariknya, ia sekaligus membela keputusannya untuk sementara waktu melonggarkan pembatasan ekspor diesel dari Rusia—sebuah langkah yang menuai kritik karena dianggap menguntungkan Moskow di tengah konflik.
Analisis Singkat: Pernyataan Trump ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa AS ingin mendorong negosiasi damai, meski belum jelas bagaimana mekanismenya. Bagi masyarakat global, terutama di Eropa, kelanjutan perang ini berdampak langsung pada harga energi dan pangan. Sementara itu, pelonggaran sanksi ekspor diesel Rusia berpotensi memicu perdebatan soal konsistensi tekanan Barat terhadap Kremlin. Dunia masih menunggu apakah pernyataan ini akan diikuti langkah diplomatik konkret atau hanya menjadi retorika politik belaka.