Senegal mencetak sejarah baru dalam dunia olahraga global. Untuk pertama kalinya, ajang Olimpiade Pemuda (Youth Olympic Games) digelar di tanah Afrika. Upacara pembukaan akan berlangsung pada Sabtu (31/10) di Dakar, dengan kota tuan rumah meliputi Dakar, Diamniadio, dan Saly.
Sebanyak 2.700 atlet muda berusia 15-17 tahun akan bertarung dalam 25 cabang olahraga dan 153 nomor medali selama 15 hari hingga 13 November mendatang. Ajang ini sejatinya dijadwalkan pada 2022, namun pandemi Covid-19 memaksa penundaan.
Bagi Senegal dan Afrika, momen ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah panggung pembuktian bahwa benua tersebut mampu menjadi tuan rumah standar internasional. "Kami tahu kami akan menjadi duta bagi Afrika," ujar Thierno Cisse dari panitia lokal, dikutip BBC Sport Africa.
Dampak ekonominya juga nyata. Di tengah isu pengangguran kaum muda yang masih tinggi, lebih dari 400 anak muda Afrika telah dilatih dalam bidang operasional acara, logistik, teknologi, dan manajemen venue. Penyelenggara berharap gelaran ini membuka peluang kerja, pariwisata, dan pengembangan keterampilan jangka panjang.
Olimpiade Pemuda sendiri telah melahirkan bintang-bintang besar. Nama-nama seperti perenang Chad le Clos, atlet taekwondo Jade Jones, hingga sprinter Noah Lyles adalah alumni ajang ini yang kemudian menjadi juara di Olimpiade senior.