JAKARTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio baru saja menyelesaikan kunjungan kerjanya ke India. Namun, ada yang tidak biasa dari kunjungan ini: Rubio sama sekali tidak menginjakkan kaki di New Delhi, ibu kota India. Sebaliknya, ia memilih Mumbai dan Jamnagar, kota pelabuhan di Gujarat yang jarang dikunjungi pejabat asing.
Pilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Jamnagar adalah lokasi kilang minyak raksasa milik konglomerat Mukesh Ambani, Reliance Industries. Kilang ini menjadi kunci karena pemerintahan Trump tengah panik menghadapi lonjakan harga bahan bakar menjelang pemilu sela November mendatang, sementara ketegangan di Timur Tengah mengancam pasokan energi global.
Karena kapasitas kilang baru di AS tidak akan tersedia dalam waktu dekat, kemampuan India mengolah minyak mentah dalam jumlah besar dianggap sebagai solusi potensial untuk meredam tekanan pasar. Di sela kunjungannya, Rubio bertemu Menlu India S Jaishankar di Mumbai untuk membahas perdagangan, investasi, keamanan energi, dan kerja sama pertahanan.
Meski demikian, kunjungan ini terjadi di tengah hubungan bilateral yang kurang mulus. Trump masih memberlakukan tarif pada barang India, sanksi terkait pembelian energi Rusia masih membayangi, dan kesepakatan dagang kedua negara belum juga terwujud setelah 20 bulan. Pengamat menilai absennya Rubio di New Delhi adalah sinyal strategis bahwa ada 'kesenjangan kepercayaan' yang lebar antara kedua pemerintahan saat ini.