Situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, kembali memanas. Sejumlah warga Israel baru-baru ini mencoba masuk ke area suci itu dengan membawa kambing untuk ritual kurban Paskah. Aksi ini langsung memicu kekhawatiran serius dan disebut-sebut sebagai 'eskalasi berbahaya'.
Rekaman video yang beredar menunjukkan upaya mereka membawa hewan-hewan tersebut ke dalam kompleks Al-Aqsa. Namun, tindakan itu berhasil digagalkan aparat kepolisian. Petugas langsung menangkap para pelaku sebelum mereka berhasil memasuki area utama masjid.
Insiden ini bukan hal sepele. Kompleks Al-Aqsa adalah situs yang sangat sensitif dan menjadi titik api konflik abadi antara Israel dan Palestina. Bagi umat Islam, ini adalah situs paling suci ketiga. Sementara bagi kaum Yahudi, area ini dikenal sebagai Temple Mount, lokasi Kuil Suci mereka di masa lalu, menjadikannya tempat paling suci dalam Yudaisme. Konflik memperebutkan klaim atas situs ini sudah berlangsung puluhan tahun dan seringkali memicu bentrokan besar.
Upaya melakukan ritual keagamaan Yahudi, seperti kurban Paskah, di dalam kompleks Al-Aqsa merupakan pelanggaran terhadap 'status quo' yang telah lama disepakati. Status quo ini mengatur bahwa non-Muslim diizinkan mengunjungi area tersebut namun dilarang beribadah atau membawa simbol keagamaan di sana. Tindakan provokatif semacam ini berpotensi besar memicu amarah umat Islam dan semakin memperkeruh suasana di wilayah yang sudah sangat rentan konflik ini. Media lain juga menyoroti bagaimana insiden serupa di masa lalu seringkali berujung pada kekerasan dan protes massal, terutama saat hari raya keagamaan tiba.