Assen, Belanda – Tiga pria yang mencuri helm emas Rumania berusia 2.500 tahun dari sebuah museum di Belanda akhirnya dihukum hampir empat tahun penjara. Helm bersejarah bernama Coțofenești, yang berasal dari tahun 450 SM, digondok komplotan bersenjata setelah mereka membobol Museum Drents di Assen setahun lalu. Selain helm, tiga gelang emas juga raib dalam aksi pencurian ini.
Peristiwa ini memicu kemarahan besar di Rumania dan mempertanyakan sistem keamanan benda-benda seni yang dipinjamkan ke negara lain. Pada April lalu, polisi Belanda mengumumkan helm dan dua dari tiga gelang berhasil ditemukan setelah bernegosiasi dengan dua tersangka. Satu gelang lainnya masih hilang dan pencarian terus dilakukan.
Para pelaku ditangkap beberapa hari setelah aksi pembobolan menggunakan bahan peledak. Namun saat itu, barang bukti tak ditemukan. Jaksa akhirnya membuat kesepakatan dengan dua tersangka, Jan B (21) dan Douglas Chesley W (37), demi mengembalikan barang curian. Tersangka ketiga, Bernhard Z (35), menolak bekerja sama dengan pihak berwenang.
Meski ada perbedaan tuntutan, pengadilan di Assen akhirnya menjatuhkan hukuman yang sama, yaitu 47 bulan penjara untuk ketiganya. Hakim menyatakan, "Mengingat sifat dan beratnya kejahatan, hukuman penjara yang substansial adalah satu-satunya yang pantas."
Harta karun ini merupakan pinjaman dari Museum Sejarah Nasional Rumania untuk pameran peradaban Dacia. Mantan kepala museum di Bukares, Ernest Oberländer-Târnoveanu, dipecat setelah pencurian ini karena dianggap lalai meminjamkan benda berharga ke luar negeri. Pakar seni menduga helm dan gelang tersebut dicuri berdasarkan pesanan sindikat kriminal.
Insiden ini sempat memicu ketegangan diplomatik antara Belanda dan Rumania. Pemerintah Belanda akhirnya membayar kompensasi asuransi sebesar 5,7 juta euro. Setelah sebagian barang berhasil ditemukan, pihak Rumania enggan berkomentar soal nasib uang tersebut. Direktur Museum Drents, Robert van Langh, mengonfirmasi helm sedikit penyok tapi bisa diperbaiki, sementara gelang dalam kondisi sempurna.
Analisis: Kasus ini menjadi tamparan keras bagi sistem keamanan museum di Eropa, terutama untuk benda seni bernilai tinggi yang dipinjamkan antarnegara. Kejadian serupa juga menimpa beberapa museum provinsi Belanda dalam beberapa tahun terakhir. Ini membuktikan bahwa etalase kaca standar tidak cukup untuk melindungi artefak berharga dari komplotan bersenjata. Ke depannya, lembaga museum global harus memperketat prosedur keamanan, termasuk penggunaan pelacak GPS tersembunyi dan pengawalan bersenjata selama transportasi.