SOMALIA TOLAK KEHADIRAN ISRAEL DI WILAYAHNYA - Berita Dunia
← Kembali

SOMALIA TOLAK KEHADIRAN ISRAEL DI WILAYAHNYA

Foto Berita

Mogadishu, CNN Indonesia — Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, menegaskan negaranya tidak akan pernah menerima kehadiran Israel di wilayah kedaulatannya. Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, ia menyatakan bahwa rencana Israel membangun pangkalan angkatan laut dan menggunakan bandara di Berbera—kota pelabuhan di Somaliland yang memisahkan diri—merupakan bagian dari proyek ambisius 'Greater Israel'.

Menurut Mohamud, tujuan sebenarnya Israel bukan sekadar menempatkan aset militer, melainkan mendekatkan diri ke negara-negara Teluk dan Iran. Berbera sendiri berada di pesisir Teluk Aden, berhadapan langsung dengan Yaman di dekat Selat Bab al-Mandeb yang strategis. Kawasan ini sebelumnya pernah diblokade oleh kelompok Houthi yang berbasis di Yaman terhadap kapal-kapal yang terkait Israel.

Presiden Somalia menyebut Israel sebagai 'kekuatan yang mengacaukan stabilitas' dan tidak patuh pada hukum internasional. Ia juga mengkritik keras pengakuan Israel terhadap Somaliland pada Desember lalu—sebuah langkah yang membuat Somaliland menjadi satu-satunya wilayah yang diakui oleh negara di luar PBB. Padahal, Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991 dan telah memerintah sendiri selama lebih dari tiga dekade.

Meski demikian, Mohamud menegaskan penduduk Somaliland sendiri menolak keras kehadiran Israel. Soal kerja sama keamanan, ia menyebut Amerika Serikat tetap menjadi mitra terkuat Somalia dalam memerangi terorisme. Ia juga menyatakan kelompok al-Shabab tidak memiliki kehadiran di kota-kota besar, sehingga kecil kemungkinan mereka mengambil alih kekuasaan.

Terkait hubungan regional, Mohamud menyebut hubungan Somalia dengan Ethiopia berjalan baik. Mogadishu tidak keberatan Ethiopia mendapatkan akses laut melalui wilayah Somalia. Ethiopia sendiri telah terkunci daratan sejak Eritrea merdeka pada 1993 dan selama ini bergantung pada pelabuhan Djibouti untuk perdagangan.

Analisis Singkat: Pernyataan tegas Somalia ini menjadi sinyal bahwa Afrika Timur menolak menjadi arena perpanjangan konflik Timur Tengah. Jika Israel benar-benar mewujudkan rencana di Berbera, ketegangan di Selat Bab al-Mandeb berpotensi meningkat, mengingat kawasan tersebut sudah rawan aksi Houthi. Bagi masyarakat Somalia, penolakan ini juga mencerminkan kekhawatiran bahwa kehadiran asing bisa memperkeruh stabilitas domestik yang masih rapuh pasca konflik berkepanjangan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook