Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Perusahaan roket milik Elon Musk, SpaceX, resmi mengumumkan rencana untuk melantai di bursa saham Amerika Serikat (IPO) dengan valuasi yang mencengangkan. Dalam dokumen yang diajukan ke regulator AS (SEC), SpaceX menetapkan harga saham perdana sebesar 135 dolar AS per lembar atau setara dengan sekitar Rp2,1 juta.
Dengan target menjual 555,6 juta lembar saham, perusahaan yang berbasis di Texas ini berambisi mengumpulkan dana segar hingga 75 miliar dolar AS (sekitar Rp1.200 triliun). Jika berhasil, valuasi SpaceX akan mencapai 1,77 triliun dolar AS, menjadikannya perusahaan ketujuh paling bernilai di dunia, mengalahkan Tesla dan Meta, serta hanya kalah dari raksasa chip Taiwan, TSMC.
IPO ini diprediksi bakal mencetak sejarah sebagai debut saham terbesar sepanjang masa, mengalahkan rekor Saudi Aramco yang 'hanya' mengumpulkan 26 miliar dolar AS pada 2019. SpaceX dijadwalkan mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq New York pada 12 Juni mendatang.
Yang menarik, SpaceX nekat menetapkan harga saham secara pasti sebelum 'roadshow' investor dimulai. Langkah ini dianggap nyeleneh karena biasanya perusahaan memberikan kisaran harga yang fleksibel. Analis pasar menilai ini menunjukkan kepercayaan diri Musk yang luar biasa terhadap antusiasme pasar.
Meski begitu, investor harus tetap waspada. Di balik valuasi selangit, SpaceX ternyata masih merugi. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan kerugian bersih 4,9 miliar dolar AS, dan kembali rugi 4,3 miliar dolar AS di kuartal pertama tahun ini. Pendapatan mereka juga baru sekitar 18,7 miliar dolar AS.
“SpaceX dinilai bukan dari laba, melainkan dari potensi masa depannya. Ini sangat berbeda dengan Saudi Aramco yang saat IPO sudah terbukti sangat menguntungkan,” ujar Jay R Ritter, profesor spesialis IPO dari University of Florida.
Dengan kepemilikan 42 persen saham, Elon Musk diprediksi akan resmi menyandang status triliuner pertama di dunia jika IPO ini mulus. Ia juga tetap akan mengendalikan perusahaan lewat struktur saham khusus yang memberinya 82 persen hak suara.
IPO SpaceX bukan sekadar soal uang, tapi juga uji kepercayaan publik terhadap visi gila Musk: membangun kota mandiri di Mars dan menjadikan manusia sebagai spesies multi-planet.