UKRAINA & SAUDI: KEMITRAHAN BARU TANGKAL ANCAMAN DRONE - Berita Dunia
← Kembali

UKRAINA & SAUDI: KEMITRAHAN BARU TANGKAL ANCAMAN DRONE

Foto Berita

Kabar mengejutkan datang dari kancah geopolitik Timur Tengah. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengumumkan lewat media sosialnya bahwa negaranya telah mencapai “kesepakatan penting” dengan Arab Saudi. Perjanjian ini, kata Zelenskyy, akan menjadi fondasi kerja sama teknologi, investasi, dan kontrak masa depan antara kedua negara. Meski Arab Saudi belum memberikan konfirmasi resmi, sinyal kerja sama ini menunjukkan perubahan dinamika kekuatan di kawasan.

Perjanjian ini bukanlah tanpa alasan. Arab Saudi sendiri selama ini menjadi sasaran empuk ratusan serangan drone dan rudal dari Iran, terutama sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Teheran pada 28 Februari lalu. Kementerian Pertahanan Saudi bahkan mencatat adanya enam rudal yang berhasil dicegat baru-baru ini. Situasi genting inilah yang membuat Riyadh mencari mitra strategis untuk memperkuat pertahanan udaranya.

Di sinilah Ukraina masuk dengan keahliannya. Negara ini punya pengalaman pahit sekaligus berharga dalam menghadapi serangan drone masif dari Rusia. Bayangkan, hanya selama musim dingin kemarin, Rusia meluncurkan lebih dari 19.000 drone ke Ukraina! Pengalaman itu membuat Ukraina tak hanya mahir menangkis, tapi juga jadi produsen utama drone pencegat yang efisien dan hemat biaya.

Kesiapan Ukraina untuk bermitra dengan negara-negara Teluk sudah terlihat sejak Iran mulai melancarkan serangan. Bahkan, sebanyak 201 ahli anti-drone Ukraina sudah dikerahkan ke Timur Tengah untuk membantu pertahanan dari serangan Iran. Namun, tantangan di wilayah tersebut tak main-main, seperti badai pasir yang bisa menghambat operasi. Menurut Yurii Cherevashenko, wakil komandan Pasukan Perlindungan Udara Ukraina, kunci keberhasilan tetap ada pada keterampilan pilot.

Iran sendiri bersikeras bahwa serangannya menargetkan aset-aset Amerika di kawasan itu. Namun, kenyataannya, serangan-serangan ini telah merenggangkan hubungan dan membahayakan warga sipil. Setidaknya 25 orang telah meninggal di negara-negara Teluk, dengan dua korban terbaru di Uni Emirat Arab. Aliansi Ukraina-Saudi ini bukan sekadar perjanjian militer, melainkan juga sinyal politik kuat yang bisa mengubah peta pertahanan dan stabilitas di Timur Tengah, serta menegaskan posisi Ukraina sebagai pemain penting dalam teknologi pertahanan global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook