Kabar dari media Inggris menyebutkan bahwa Michael Carrick akan tetap memimpin Manchester United saat bertandang ke markas Chelsea pada 31 Oktober mendatang. Meski posisinya sedang panas, Carrick terlihat tetap menjalankan tugasnya dengan memimpin sesi latihan di Carrington.
Tekanan terhadap Carrick memuncak setelah kekalahan memalukan 3-0 dari Bournemouth di Old Trafford akhir pekan lalu. Hasil itu memperpanjang rekor buruk United tanpa kemenangan dalam delapan laga beruntun di semua kompetisi, membuat mereka terpuruk di peringkat 16 dan hanya berjarak satu poin dari zona degradasi.
Manajemen klub dikabarkan sempat menggelar rapat internal pada Senin untuk membahas nasib sang manajer. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi soal pemecatan. Carrick memilih fokus mempersiapkan tim untuk laga melawan Chelsea, berharap bisa membalikkan keadaan di lapangan.
Menariknya, tekanan dari tribun justru tidak ditujukan kepada Carrick. Setelah peluit panjang berbunyi, ribuan penggemar justru menyanyikan nama Carrick dan memberikan tepuk tangan. Sorakan berubah menjadi boo keras saat para pemain meninggalkan lapangan. Ini menunjukkan bahwa fans masih menghormati dedikasi Carrick, baik selama 12 tahun berkarier sebagai pemain maupun sikap profesionalnya sebagai manajer yang selalu melindungi skuadnya dari kritik publik.