SERANGAN RUDAL RUSIA MAKIN BRUTAL, KIEV MINTA SIKAP TEGAS EROPA! - Berita Dunia
← Kembali

SERANGAN RUDAL RUSIA MAKIN BRUTAL, KIEV MINTA SIKAP TEGAS EROPA!

Foto Berita

Laporan dari pejabat lokal menggambarkan betapa kejamnya serangan ini. Di Bohodukhiv, Ukraina timur, seorang ibu dan putranya yang berusia 10 tahun tewas, sementara di Chernihiv utara, seorang pria 71 tahun juga kehilangan nyawa. Di kota pelabuhan Odesa, satu orang meninggal dan dua lainnya terluka. Gubernur regional Oleh Kiper geram, menuduh Rusia telah melakukan 'kejahatan perang lain terhadap warga sipil' setelah melihat kerusakan parah pada hunian dan pipa gas. Wilayah Dnipropetrovsk juga tak luput, di mana sembilan orang, termasuk seorang gadis 13 tahun, terluka akibat serangan drone.

Serangan yang melibatkan 11 rudal balistik dan 149 drone ini bukan sekadar aksi militer. Ini adalah kampanye musim dingin Rusia untuk melumpuhkan infrastruktur energi Ukraina, membuat puluhan ribu warga kedinginan dan gelap gulita. Tak hanya itu, operator kereta api nasional Ukraina melaporkan serangan juga menyasar infrastruktur rel di Sumy dan Chernihiv, menambah daftar panjang kehancuran.

Meski Moskow terus membantah sengaja menargetkan warga sipil sejak invasi Februari 2022, seruan dari Kiev untuk sanksi lebih keras semakin menggema. Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha menegaskan, larangan masuk penuh bagi warga Rusia yang terlibat perang adalah 'harga yang tepat untuk pilihan yang salah' yang telah mereka ambil.

Serangan ini juga terjadi di tengah jalan buntu perundingan damai yang ditengahi Amerika Serikat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sempat menyebut adanya batas waktu Juni dari administrasi Donald Trump untuk mencapai kesepakatan. Namun, kedua belah pihak masih bersitegang, terutama soal status wilayah timur Ukraina yang kini dikuasai Rusia. Kiev menolak mentah-mentah tuntutan Moskow untuk menyerahkan seperlima wilayah Donetsk yang masih mereka kendalikan, membuat negosiasi tiga pihak yang direncanakan berlanjut nanti menjadi penuh tantangan.

Sebagai catatan tambahan, konflik ini semakin kompleks dengan adanya insiden ekstradisi seorang pria oleh Uni Emirat Arab yang dituduh menembak wakil kepala intelijen militer Rusia. Meski Moskow menuduh Ukraina berada di balik serangan itu, Kiev dengan tegas membantah, menunjukkan betapa rumitnya jaring-jaring intrik dan saling tuduh dalam perang ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook