Jakarta - Microsoft mengumumkan terobosan besar dalam pengembangan komputer kuantum. Raksasa teknologi itu mengklaim chip kuantum terbarunya, Majorana 2, memiliki keandalan 1.000 kali lebih tinggi dibanding versi sebelumnya, Majorana 1.
Peningkatan drastis ini disebut-sebut membuka jalan bagi hadirnya komputer kuantum yang mampu memecahkan masalah komersial nyata dalam waktu tiga tahun ke depan. Kunci dari lompatan ini ada pada 'qubit'—unit data kuantum yang terkenal sangat rapuh dan tidak stabil.
Microsoft menyatakan qubit pada Majorana 2 mampu bertahan rata-rata selama 20 detik, jauh lebih lama dari pendahulunya yang hanya bertahan dalam hitungan milidetik. Zulfi Alam, wakil presiden Microsoft Quantum, membandingkan peningkatan ini seperti perbedaan antara ponsel yang perlu diisi daya setiap hari dengan ponsel yang hanya perlu diisi daya setiap beberapa tahun sekali.
"Kami akan memiliki mesin kuantum pada tahun 2029 yang mampu menyelesaikan masalah yang layak secara komersial," ujar Alam. Meski ambisius, target itu masih membutuhkan lompatan besar karena komputer kuantum ideal memerlukan jutaan qubit, sementara chip Majorana 2 saat ini baru memiliki 12 qubit.
Analisis Dampak: Klaim Microsoft disambut skeptis oleh sebagian ilmuwan. Perusahaan ini pernah menarik kembali makalah ilmiah di jurnal Nature pada 2018 karena klaim yang keliru. Henry Legg, fisikawan dari University of St Andrews, bahkan pernah menyebut riset kuantum Microsoft telah "beralih dari sains menuju ranah keyakinan".
Meski begitu, jika klaim ini terbukti benar, dampaknya akan sangat revolusioner. Komputer kuantum bisa menyelesaikan masalah yang mustahil bagi komputer biasa, seperti merancang obat-obatan baru, mengoptimalkan logistik global, atau memecahkan kode enkripsi. Paul Stevenson, profesor fisika dari University of Surrey, menilai garis waktu Microsoft masuk akal jika riset mereka sesuai klaim. "Mereka bisa melompat dari pemain tanpa komputer kuantum produksi menjadi pemain serius dalam perlombaan generasi berikutnya," katanya.