TRUMP KEMBALI GEMPARKAN AMERIKA: CHINA DITUDUH CURANGI PEMILU 2020 - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP KEMBALI GEMPARKAN AMERIKA: CHINA DITUDUH CURANGI PEMILU 2020

Foto Berita

Washington, DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menghembuskan isu lama yang sudah terbantahkan soal kecurangan Pemilu 2020. Dalam pidato di jam tayang utama (prime time), Kamis malam waktu setempat, Trump secara terang-terangan menuduh China sebagai aktor utama yang memanipulasi suara hingga ia kalah dari Joe Biden.

Trump mengklaim dokumen intelijen yang baru dideklasifikasi membuktikan adanya campur tangan asing. Ia menuduh Beijing telah mencuri data 220 juta pemilih AS, menyebutnya sebagai 'pelanggaran data pemilu terbesar dalam sejarah'. Data itu, katanya, berisi nama dan alamat pemilih yang digunakan untuk merusak citranya sebagai presiden.

Namun, klaim ini bertolak belakang dengan laporan intelijen AS tahun 2021. Laporan tersebut justru menyimpulkan bahwa China memang mempertimbangkan, tetapi pada akhirnya tidak melancarkan upaya pengaruh untuk mengubah hasil Pemilu 2020. Data yang dikumpulkan China dianggap sebagai informasi publik yang lazim dikumpulkan oleh banyak negara, dan tidak bisa digunakan untuk mengubah suara.

Analis politik menilai, langkah Trump ini bukan sekadar membangkitkan isu lama. Ini adalah strategi politik untuk mendorong undang-undang identifikasi pemilih yang lebih ketat (SAVE America Act) yang saat ini mandek di Senat. Di sisi lain, tuduhan ini muncul tepat sebelum pertemuan yang dijadwalkan dengan Presiden China Xi Jinping pada September mendatang, di tengah perang dagang yang memanas.

Sejarah mencatat, obsesi Trump terhadap teori konspirasi pemilu 2020 menjadi pemicu utama serangan brutal pendukungnya ke Gedung Capitol pada 6 Januari 2021, yang mengguncang fondasi demokrasi AS.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook