Jakarta ā Tiga kapal tanker pengangkut minyak mentah milik Iran berhasil menerobos garis blokade Angkatan Laut Amerika Serikat di Teluk Oman. Data pelacakan kapal menunjukkan ketiga kapal tersebut kini telah melewati batas yang sebelumnya dijaga ketat oleh armada AS.
Dua dari tiga kapal, Hero II dan Sonia I, bahkan terpantau mengaktifkan sinyal lokasi mereka saat melintasi garis blokade. Sementara itu, kapal ketiga, Diona, baru menyalakan pemancar lokasinya setelah berhasil melewati titik penjagaan. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Iran yakin blokade tersebut sudah tidak efektif lagi.
"Ini pertanda bahwa Iran percaya blokade sudah berakhir, meskipun AS bersikeras akan memberlakukannya hingga Jumat nanti," ujar Michelle Wiese Bockman, analis senior dari Windward Maritime Intelligence, kepada BBC Verify.
Ketiga kapal berbendera Iran ituāDiona, Hero II, dan Sonia Iādimiliki oleh Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) yang telah lama masuk dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS. Total muatan minyak mentah yang diangkut mencapai 3,8 juta barel, menurut data dari TankerTrackers.com.
Blokade AS sebelumnya berhasil menekan ekspor minyak Iran ke titik terendah dalam enam tahun terakhir, yaitu hanya 260.000 barel per hari pada Mei lalu. Angka itu kurang dari seperlima rata-rata ekspor Iran pada 2025 yang mencapai 1,67 juta barel per hari.
Menariknya, pelanggaran ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan "pencabutan segera" blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada akhir pekan lalu. Namun, militer AS kemudian mengklarifikasi bahwa blokade tetap berlaku hingga kesepakatan dengan Iran ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang.
Sejak pengumuman kesepakatan tersebut, kapal-kapal tanker dan kargo yang terkait dengan Iran menunjukkan aktivitas yang jauh lebih tinggi secara global. Dua kapal tanker minyak mentah milik NITC lainnya juga mulai mengaktifkan sinyal mereka setelah berminggu-minggu menghilang dari radar pelacakan.
Analisis: Aksi nekat ini menunjukkan bahwa Iran memanfaatkan celah diplomatik di menit-menit terakhir sebelum kesepakatan resmi ditandatangani. Bagi pasar minyak global, langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa pasokan minyak Iran akan segera kembali membanjiri pasar, yang berpotensi menekan harga minyak dunia dalam waktu dekat.