ANCAMAN TEROR IRAN, BOMBER AS KABUR DARI INGGRIS - Berita Dunia
← Kembali

ANCAMAN TEROR IRAN, BOMBER AS KABUR DARI INGGRIS

Foto Berita

London, Inggris - Amerika Serikat (AS) tiba-tiba menarik seluruh armada pembom (bomber) strategisnya dari Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Fairford, Inggris Barat. Langkah mendadak ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena adanya kekhawatiran serius terhadap potensi serangan teror yang menyasar pangkalan tersebut.

Menurut laporan yang beredar, belasan pesawat pembom jenis B-1 tersebut telah meninggalkan Inggris dan kembali ke markas induknya di Amerika Serikat. Juru bicara Pentagon mengonfirmasi hal ini kepada Reuters, dengan alasan keamanan operasional yang tidak memungkinkan mereka untuk mengumumkan pergerakan tersebut secara real-time.

Pangkalan RAF Fairford selama ini dikenal sebagai titik transit strategis bagi pesawat pembom AS yang beroperasi di Timur Tengah, khususnya dalam konflik melawan Iran yang telah berlangsung lebih dari tujuh bulan. Namun, situasi berubah drastis setelah serangkaian penangkapan terkait terorisme terjadi di sekitar wilayah Gloucestershire tersebut.

Pada akhir September lalu, otoritas Inggris menangkap lima pria yang diduga berencana menanam bahan peledak di dekat pangkalan. Meski mereka akhirnya dibebaskan tanpa dakwaan karena hanya ditemukan bensin dan bukan alat peledak, investigasi masih terus berjalan. Baru-baru ini, polisi Inggris juga meringkus seorang warga negara ganda Inggris-Iran berusia 25 tahun di London terkait dugaan plot serangan terhadap pangkalan udara itu.

Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menyatakan bahwa Iran diduga kuat memiliki peran dalam plot tersebut. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memuji kerja sama intelijen kedua negara yang berhasil menggagalkan aksi tersebut, dan menyebut para tersangka berencana menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas AS.

Analisis Dampak: Penarikan mundur ini menunjukkan eskalasi ketegangan keamanan di daratan Eropa akibat imbas perang AS-Iran. Bagi masyarakat sekitar, khususnya di Gloucestershire, langkah ini mungkin memicu kekhawatiran akan keamanan lingkungan, namun di sisi lain mengurangi risiko menjadi target serangan balasan. Situasi ini juga menyoroti bagaimana konflik di Timur Tengah dapat dengan cepat merembet menjadi ancaman terorisme domestik di negara-negara sekutu AS.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook