SACRAMENTO – Gubernur California, Gavin Newsom, mengaku dirinya dan istrinya tengah diselidiki oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ). Dalam sebuah unggahan video di platform X pada Senin (17/3), Newsom menyebut penyelidikan ini bermotif politik dan terkait dengan rencananya yang digadang-gadang akan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2028.
Newsom menuduh Presiden Donald Trump menggunakan DOJ untuk menyerang lawan-lawan politiknya. “Hari ini, saya dan istri saya masuk dalam daftar target Trump. Dia tidak mengejar saya karena cuitan pedas, tapi karena saya mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai Presiden,” tegas Newsom.
Ia menambahkan bahwa penyidik federal sudah mewawancarai teman-teman dan mantan pegawainya, namun belum menemukan satu pun bukti kejahatan. “Mereka tidak menemukan kejahatan, mereka sedang mencari-cari kesalahan,” sindirnya. Fokus penyelidikan juga menyasar istrinya, Jennifer Siebel Newsom, yang menjalankan organisasi nirlaba pemberdayaan perempuan.
Hingga berita ini diturunkan, DOJ yang kini dipimpin oleh loyalis Trump, Todd Blanche, belum memberikan konfirmasi resmi soal penyelidikan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari pola Trump yang kerap menggunakan aparat hukum untuk membungkam kritikus, seperti yang sebelumnya terjadi pada Senator Adam Schiff, Jaksa Agung New York Letitia James, hingga mantan Direktur FBI James Comey.
Analisis Dampak: Langkah DOJ ini memicu kekhawatiran serius akan independensi lembaga penegak hukum di AS. Jika terbukti penyelidikan dilakukan tanpa dasar hukum yang kuat, ini menjadi preseden buruk bagi demokrasi Amerika. Bagi Newsom, kasus ini justru bisa menjadi batu loncatan politik—semakin ditekan, semakin besar simpati publik yang ia dapatkan, terutama dari basis Partai Demokrat yang anti-Trump.