PEJABAT AS ANGKAT KAKI: PERANG IRAN, BUKAN ANCAMAN RIIL! - Berita Dunia
← Kembali

PEJABAT AS ANGKAT KAKI: PERANG IRAN, BUKAN ANCAMAN RIIL!

Foto Berita

Kabar mengejutkan datang dari Washington D.C.! Joe Kent, salah satu pejabat kontra-terorisme top di Amerika Serikat, baru saja mengundurkan diri. Alasannya bukan main-main: ia menolak keras perang yang digagas AS melawan Iran, bahkan terang-terangan menyebut konflik ini dipicu tekanan dari Israel dan lobi kuatnya di Amerika.

Pengunduran diri Kent ini sontak jadi sorotan, mengingat ia menjabat sebagai Direktur Pusat Kontra-Terorisme Nasional (NCTC), sebuah lembaga vital yang mengkoordinasikan dan menganalisis intelijen terorisme. Keputusannya diumumkan pada hari Selasa lalu, melalui surat pengunduran diri yang langsung ia tujukan kepada Presiden Donald Trump, kemudian dibagikan secara terbuka di platform X.

Dalam suratnya, Kent dengan tegas menyampaikan tidak bisa mendukung perang yang sedang berjalan ini. "Iran tidak menimbulkan ancaman nyata bagi negara kita," tulisnya, "dan jelas bahwa perang ini kita mulai karena tekanan dari Israel dan lobi mereka yang sangat kuat di Amerika." Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik paling keras dari internal administrasi Trump terhadap upaya perang.

Menariknya, Joe Kent bukanlah sosok sembarangan. Pria berusia 45 tahun ini adalah veteran Pasukan Khusus Angkatan Darat AS yang telah menyelesaikan 11 kali penempatan tempur, termasuk di perang Irak yang dipimpin AS. Ia bahkan pernah bekerja sebagai perwira paramiliter untuk Central Intelligence Agency (CIA). Latar belakangnya yang sarat pengalaman militer dan intelijen membuat pengunduran dirinya semakin berbobot dan menggarisbawahi potensi perpecahan internal di lingkaran pemerintahan AS.

Sebelum menjabat kepala NCTC kurang dari delapan bulan, Kent sempat mencoba peruntungan di dunia politik, dua kali mencalonkan diri sebagai kandidat Republik untuk Kongres AS. Meski didukung oleh Trump, ia kalah dalam kedua pemilihan tersebut. Di masa lalu, Kent juga sempat menghadapi sorotan karena hubungannya dengan aktivis sayap kanan.

Kent dikukuhkan oleh Senat pada Juli lalu dengan dukungan penuh dari Republik. Selama bertugas di administrasi Trump, ia berada di bawah arahan Tulsi Gabbard, Direktur Intelijen Nasional. Kent, bersama Gabbard dan Wakil Presiden JD Vance, dikenal sebagai bagian dari faksi dalam administrasi Trump yang cenderung lebih skeptis terhadap intervensi militer AS di luar negeri. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa ada gesekan internal serius terkait kebijakan luar negeri AS yang agresif terhadap Iran, sebuah potensi perpecahan yang bisa berdampak pada stabilitas kawasan dan kepercayaan publik terhadap alasan di balik keputusan perang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook