JAGAT POLITIK HANGAT! TRUMP SANJUNG ORBAN, APA MAKSUDNYA? - Berita Dunia
← Kembali

JAGAT POLITIK HANGAT! TRUMP SANJUNG ORBAN, APA MAKSUDNYA?

Foto Berita

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bikin geger jagat politik! Kali ini, ia terang-terangan melontarkan pujian setinggi langit untuk Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, seorang tokoh sayap kanan yang dikenal dengan kebijakan imigrasi garis keras dan nasionalisme kental. Dukungan ini muncul di tengah gejolak politik Hungaria yang akan menghadapi pemilu parlemen krusial pada 12 April mendatang. Kira-kira, apa sebenarnya motif di balik pujian Trump ini dan bagaimana dampaknya bagi masa depan Hungaria?

Lewat platform Truth Social miliknya, Trump tak segan menyebut Orban sebagai "pemimpin yang benar-benar kuat dan berkuasa." Ia juga menyamakan perjuangan Orban dalam "Menghentikan Imigrasi Ilegal" dan "Menjamin Hukum dan Ketertiban" di Hungaria dengan visinya untuk Amerika Serikat. Trump bahkan mengklaim, hubungan AS-Hungaria mencapai puncak kerja sama di bawah pemerintahannya, berkat kepemimpinan Orban. Bukan kali ini saja, pada tahun 2022 lalu, Trump juga pernah mendukung Orban untuk terpilih kembali.

Namun, di balik pujian Trump, Orban dan partainya, Fidesz, tengah menghadapi tantangan berat. Meskipun Orban adalah PM terlama dalam sejarah Hungaria (menjabat 1998-2002 dan kembali sejak 2010), survei terbaru dari 21 Kutatokozpon pada 3 Februari menunjukkan partainya tertinggal tujuh poin dari partai Tisza yang beraliran tengah-kanan. Fidesz hanya meraih 28 persen dukungan, sementara Tisza unggul dengan 35 persen.

Kemerosotan popularitas Orban ini disebut-sebut tak lepas dari ekonomi Hungaria yang melambat dan rasa muak masyarakat terhadap kebijakan "illiberalisme" yang ia terapkan, di mana kritikus menyamakannya dengan konsolidasi kekuasaan ala fasisme. Kelompok hak asasi manusia terus-menerus mengecam pemerintah Orban karena dianggap memundurkan demokrasi dan menerapkan kebijakan yang mengekang kebebasan, termasuk pembatasan suaka dan penyelidikan terhadap para pembangkang.

Meski demikian, tanda-tanda ketidakpuasan publik mulai terlihat. Tahun lalu, puluhan ribu warga Hungaria berani turun ke jalanan Budapest untuk mendukung komunitas LGBTQ+, mengibarkan bendera pelangi, meskipun ada larangan dari pemerintah. Aksi ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar di Hungaria dalam beberapa waktu terakhir. Sayangnya, respons pemerintah tak kalah keras. Bulan lalu, jaksa penuntut bahkan menjatuhkan tuntutan pidana terhadap Wali Kota Budapest, Gergely Karacsony, atas tuduhan mengorganisir parade tersebut.

Dukungan Trump terhadap Orban, yang notabene sama-sama dikecam karena agenda nasionalis dan anti-imigran, mengindikasikan semakin kuatnya aliansi antara tokoh-tokoh sayap kanan di panggung global. Kedua pemimpin ini sering dituduh melakukan demonisasi terhadap warga negara asing. Pertemuan Trump dengan Orban di Gedung Putih November lalu juga menjadi bukti eratnya hubungan mereka. Pertarungan politik Hungaria di pemilu April ini bukan hanya tentang masa depan Orban, tetapi juga cerminan dari pertarungan ideologi yang lebih besar di kancah politik dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook