INDIA-ISRAEL KIAN MESRA, PAKISTAN HADAPI DILEMA BARU! - Berita Dunia
← Kembali

INDIA-ISRAEL KIAN MESRA, PAKISTAN HADAPI DILEMA BARU!

Foto Berita

Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Tel Aviv belum lama ini bukan sekadar lawatan biasa. Di tengah kecaman global terhadap Benjamin Netanyahu yang menghadapi surat perintah penangkapan ICC dan perang di Gaza, Modi justru disambut karpet merah, mengirim sinyal jelas: India berkomitmen penuh mempererat pelukan strategis dengan Israel. Ini bukan cuma tentang diplomasi, tapi juga tentang membentuk aliansi baru yang bisa mengocok ulang peta kekuatan di Asia dan Timur Tengah, terutama bagi Pakistan.

Modi datang ke Israel untuk kedua kalinya sejak 2017, menandai lompatan besar dalam hubungan bilateral. Pertemuan ini disebut-sebut memperkuat ā€œheksagon aliansiā€ yang diusulkan Netanyahu, menempatkan India sebagai poros utama bersama Yunani, Siprus, serta beberapa negara Arab, Afrika, dan Asia. Tujuannya? Jelas, untuk membendung apa yang Netanyahu sebut sebagai ā€œporos radikalā€, baik Syiah maupun Sunni yang kini muncul.

Di sinilah Pakistan merasa ā€˜terpanggil’. Apalagi dengan Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan sendiri yang mayoritas Sunni dan telah menjalin Pakta Pertahanan Strategis pada September 2025. Aliansi India-Israel, menurut para analis, otomatis berdampak langsung pada kalkulus strategis Islamabad di kawasan yang memang sudah rawan konflik.

Sejak 2017, hubungan India-Israel memang melaju pesat. India kini jadi pelanggan senjata terbesar Israel. Agendanya pun tak main-main: pertahanan, kecerdasan buatan, komputasi kuantum, hingga keamanan siber. Bahkan, kerangka kerja rahasia baru siap membuka ekspor perangkat keras militer canggih yang sebelumnya terbatas dari Israel ke India. Kabarnya, mereka membahas sistem laser berkekuatan tinggi Iron Beam dan transfer teknologi pertahanan rudal Iron Dome untuk diproduksi di India.

Masood Khan, mantan duta besar Pakistan untuk AS dan PBB, menyebut kunjungan ini sebagai momen krusial. Ia menduga akan ada perjanjian strategis khusus yang bisa jadi tandingan pakta Pakistan-Arab Saudi. Sementara itu, Masood Khalid, mantan duta besar Pakistan untuk Tiongkok, menyoroti dimensi militer. Ia mengingatkan kembali penggunaan drone Israel oleh India dalam konflik Mei 2025 lalu.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana India, yang ambisius menjadi kekuatan global, berupaya mengamankan kepentingannya dan mendapatkan teknologi militer mutakhir di tengah ketidakpastian geopolitik. Di sisi lain, Israel, meski diterpa isu HAM dan perang Gaza, berhasil memperkuat posisinya melalui aliansi strategis. Bagi Pakistan, ini jelas bukan berita baik. Mereka mungkin harus mengevaluasi ulang strategi keamanannya, mencari sekutu baru, atau bahkan meningkatkan kemampuan militernya sendiri untuk menghadapi potensi ketidakseimbangan kekuatan regional yang signifikan. Ketegangan di Asia Selatan diprediksi akan semakin memanas seiring dengan terbentuknya blok-blok kekuatan baru ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook