Keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang membatalkan larangan Rusia dari kompetisi internasional memicu gelombang protes besar di dunia hoki es. Federasi Hoki Es Internasional (IIHF) menyatakan ketidaksetujuannya, menyoroti berbagai kendala praktis seperti visa, keamanan, logistik, dan format pertandingan jika Rusia langsung diintegrasikan.
Penolakan datang dari sejumlah negara. Norwegia, Denmark, Swedia, dan Republik Ceko kompak menyatakan timnas mereka tidak akan melawan Rusia di Kejuaraan Dunia Putra tahun depan di Jerman. Sikap serupa diambil Latvia dan Finlandia, bahkan kota Turku mengancam mundur sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior 2028. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan Rusia dan Belarus dilarang tampil di Kejuaraan Dunia Junior di Alberta.
Dampak ekonomi juga mengintai. Skoda Auto, sponsor utama kejuaraan dunia hoki es sejak 1993, mengancam akan meninjau ulang keterlibatannya jika Rusia ikut bertanding. Perusahaan asal Ceko itu menilai kehadiran Rusia tidak sejalan dengan nilai-nilai yang mereka pegang. Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Kanada, Oleg Stepanov, menuduh Kanada membawa politik ke ranah hoki junior. IIHF sendiri masih berdialog dengan asosiasi nasional dan penyelenggara untuk mencari jalan keluar terbaik.