Insiden memilukan menimpa sebuah pesawat ambulans udara yang sedang dalam misi kemanusiaan. Pesawat jet Gulfstream G-100 milik Latitude Air Ambulance dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Bermuda menuju Boston pada Sabtu dini hari waktu setempat. Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) kehilangan sinyal pesawat tersebut tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional L.F. Wade.
Enam orang yang berada di dalam pesawat—terdiri dari empat warga Kanada dan dua warga Bermuda—kini dipresumsikan tewas. Mereka meliputi dua pilot, dua staf medis, seorang pasien, dan satu anggota keluarga pendamping. Pencarian yang dilakukan oleh Penjaga Pantai Amerika Serikat di lepas pantai Pulau Nantucket, Massachusetts, akhirnya dihentikan pada Minggu malam setelah pihak berwenang menemukan serpihan pesawat di laut.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat sempat mengalami penurunan ketinggian yang sangat drastis dari sekitar 7.300 meter menjadi 3.300 meter sebelum komunikasi terputus. Rekaman komunikasi radio juga mengindikasikan adanya masalah teknis; pilot sempat diminta mengonfirmasi status darurat karena suara yang diterima petugas menara pengawas terdengar lemah dan terputus-putus. Petugas pemadam kebakaran sempat diminta bersiap menyambut pesawat yang dilaporkan mengalami masalah kelistrikan sebelum akhirnya dinyatakan hilang.
Presiden Latitude Air Ambulance, Peter Byl, menyatakan duka cita mendalam atas kehilangan yang ia sebut sebagai 'pukulan berat' bagi keluarga besar perusahaan. Pihak perusahaan kini fokus memberikan dukungan kepada keluarga korban dan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan nahas ini.