QATAR BANGUN PLTS RAKSASA DI LEBANON, GRATIS! - Berita Dunia
← Kembali

QATAR BANGUN PLTS RAKSASA DI LEBANON, GRATIS!

Foto Berita

BEIRUT — Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, mengumumkan rencana ambisius untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar di Lebanon. Langkah ini diambil untuk membantu meringankan krisis energi yang telah lama menghantui negeri itu.

Pengumuman tersebut disampaikan Sheikh Mohammed saat melakukan kunjungan resmi ke Beirut, Jumat (waktu setempat), usai bertemu dengan Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam. Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat membentuk kerangka kerja sama komprehensif di sektor energi guna menghadirkan solusi nyata bagi warga Lebanon.

Sebagai proyek awal, QatarEnergy telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan energi asal Prancis, TotalEnergies, untuk mengembangkan PLTS tersebut. Sheikh Mohammed menegaskan, proyek ini dirancang sebagai investasi strategis yang tidak hanya menguntungkan Lebanon, tetapi juga perusahaan dan entitas Qatar yang terlibat di dalamnya.

Yang menarik, PM Nawaf Salam memastikan bahwa proyek ini sepenuhnya akan didanai, dilaksanakan, dan dioperasikan oleh pihak Qatar tanpa membebani keuangan negara Lebanon sama sekali. Menurutnya, langkah ini sangat krusial mengingat kondisi krisis finansial yang tengah dialami Lebanon.

Sebagai informasi, perusahaan listrik negara Lebanon (EDL) selama ini menjadi salah satu sumber utang terbesar negara. Perusahaan itu mengalami kerugian hingga sekitar 40 miliar dolar AS selama beberapa dekade terakhir akibat jumlah pegawai yang membengkak dan infrastruktur yang usang. Akibatnya, warga hanya menikmati listrik selama beberapa jam saja setiap hari.

Selain membahas energi, Sheikh Mohammed juga menyoroti situasi di Lebanon selatan. Ia menegaskan bahwa Israel harus segera menarik diri dari wilayah Lebanon dan menghentikan serangan. Qatar, lanjutnya, tengah berkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk mempersiapkan rekonstruksi di Lebanon selatan agar para pengungsi bisa kembali ke rumah mereka.

Meski gencatan senjata telah disepakati pada Juni lalu, serangan Israel ke Lebanon selatan masih terus berlanjut. Otoritas Lebanon mencatat lebih dari 4.300 orang tewas sejak Maret, dan sekitar 1,2 juta orang sempat mengungsi saat puncak perang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook