LEBANON TOLAK KERAS HEZBOLLAH: SEMUA AKSI ILEGAL! - Berita Dunia
← Kembali

LEBANON TOLAK KERAS HEZBOLLAH: SEMUA AKSI ILEGAL!

Foto Berita

Kondisi Lebanon kian memanas setelah Perdana Menteri Nawaf Salam secara resmi menyatakan semua aktivitas militer dan keamanan kelompok Hezbollah ilegal dan dilarang. Larangan tegas ini dikeluarkan hanya berselang beberapa jam setelah Israel melancarkan serangan udara balasan ke wilayah selatan Beirut. Balasan Israel itu sendiri menyusul serangan roket dan drone yang dilancarkan Hezbollah ke wilayah Israel.

Menurut PM Salam, semua operasi militer dan keamanan yang berasal dari tanah Lebanon di luar kerangka institusi yang sah adalah terlarang. Ia juga mendesak pasukan keamanan untuk mencegah serangan apa pun yang dilancarkan dari wilayah Lebanon. Ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menghentikan permusuhan dan kembali ke meja negosiasi, sebuah upaya untuk mengembalikan stabilitas di tengah gejolak regional.

Hezbollah, yang memiliki hubungan kuat dengan Iran, sebelumnya mengklaim serangannya ke Israel sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sekaligus sebagai bentuk pertahanan bagi Lebanon dan rakyatnya, serta respons terhadap agresi Israel yang berulang. Namun, balasan Israel atas serangan Hezbollah tersebut tidak main-main. Laporan dari kantor berita nasional Lebanon menyebutkan lebih dari 30 orang tewas dan 149 lainnya luka-luka akibat bombardir Israel di Beirut.

Analisis:

Keputusan PM Salam menunjukkan upaya pemerintah Lebanon untuk menegaskan kedaulatannya atas wilayah dan kebijakan luar negeri, yang selama ini sering dibayangi oleh kekuatan militer Hezbollah yang beroperasi independen. Konflik ini semakin memperjelas perpecahan internal di Lebanon, di mana pemerintah berusaha mengambil kendali dari kelompok bersenjata non-negara. Ini juga merupakan upaya untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih besar, mengingat tekanan kuat dari Amerika Serikat dan Israel agar Lebanon melucuti senjata Hezbollah.

Hezbollah sendiri telah melemah pasca-perang 2024 yang menyebabkan tewasnya sebagian besar pemimpin militer dan politik mereka. Meski begitu, kelompok ini menolak rencana pelucutan senjata, menganggapnya sebagai tipuan AS-Israel. Pemerintah Lebanon memang memiliki rencana lima tahap untuk melucuti gudang senjata Hezbollah di selatan negara itu, dengan fase pertama sudah selesai dan fase kedua sedang berjalan.

Eskalasi militer ini diperkirakan akan memperdalam krisis kemanusiaan, ekonomi, dan politik yang sudah bertahun-tahun melanda Lebanon. Ratusan ribu warga dilaporkan telah mengungsi dari Lebanon selatan dan pinggiran selatan ibu kota Beirut. Situasi ini, menurut jurnalis Al Jazeera Zeina Khodr, adalah bagian dari strategi Israel untuk menghukum pendukung Hezbollah dan warga yang tinggal di wilayah yang berada di bawah pengaruh kelompok tersebut, menciptakan krisis kemanusiaan yang mendalam.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook