Serangan besar-besaran Rusia kembali mengguncang Ukraina pada malam hari, tepat setelah klaim gencatan senjata energi dari Presiden AS Donald Trump. Fasilitas energi utama dan bangunan tempat tinggal di pinggiran Kyiv menjadi sasaran utama rudal dan drone. Otoritas darurat Ukraina (DSNS) melaporkan setidaknya tiga orang tewas dan 21 lainnya luka-luka di ibu kota.
Dampak serangan ini sangat luas. Sekitar 600.000 orang di seluruh Ukraina kini hidup tanpa aliran listrik setelah infrastruktur kritis di wilayah Kyiv dan kota Kharkiv di timur laut rusak parah. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan 'masif' ini menyasar fasilitas komunikasi dan energi yang digunakan militer Ukraina.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi diplomasi internasional. Klaim Trump mengenai 'gencatan senjata energi' pada hari Minggu lalu kini dipertanyakan keras, karena Rusia justru meningkatkan intensitas serangan terhadap sektor vital Ukraina. Masyarakat sipil kembali menjadi korban utama dari eskalasi konflik yang tak kunjung usai ini.