Sebuah insiden tragis mengguncang Minab, Iran, ketika sebuah serangan rudal dari Amerika Serikat menghantam sebuah sekolah dasar. Lebih dari 170 orang, mayoritas adalah anak-anak, dilaporkan tewas dalam serangan mematikan tersebut. Investigasi yang dilakukan oleh Al Jazeera kini menemukan indikasi kuat bahwa serangan terhadap fasilitas pendidikan itu mungkin saja dilakukan secara sengaja.
Temuan ini sontak memicu perdebatan sengit dan pertanyaan besar mengenai akuntabilitas. Sementara pejabat Amerika Serikat menyangkal bertanggung jawab atas insiden tersebut dan telah meluncurkan penyelidikan internal, masyarakat internasional mulai menuntut kejelasan: siapa yang dapat meminta pertanggungjawaban Amerika Serikat atas nyawa yang hilang, terutama anak-anak tak berdosa?
Dugaan serangan yang disengaja terhadap sekolah, tempat yang seharusnya aman bagi anak-anak untuk belajar, jelas menjadi pelanggaran berat hukum humaniter internasional jika terbukti benar. Kasus ini menambah daftar panjang kekhawatiran global terhadap dampak konflik bersenjata terhadap warga sipil, sekaligus menyoroti tantangan dalam menegakkan keadilan ketika pihak yang dituduh adalah kekuatan besar dunia.