Kondisi perumahan di Kota New York semakin mencekam. Bagaimana tidak, rata-rata harga sewa properti di sana melonjak hingga sepertiga hanya dalam kurun waktu Januari 2021 hingga Januari 2022. Kenaikan drastis ini diperparah dengan berakhirnya moratorium penggusuran akibat pandemi COVID-19. Artinya, para pemilik properti kini secara legal kembali memiliki izin untuk mengusir penghuni yang rentan dari rumah mereka.
Situasi ini jelas memicu keresahan. Banyak pihak pesimis Wali Kota Eric Adams akan berbuat banyak untuk memperbaiki keadaan. Justru, mantan petugas kepolisian itu malah mengumumkan kebijakan yang menyasar dan mengkriminalisasi para tunawisma di kota tersebut. Di tengah kondisi yang tak menguntungkan ini, sebuah organisasi independen bernama Brooklyn Eviction Defense (BED) muncul sebagai suara perlawanan.
BED terbentuk pada akhir musim panas 2020 dari koalisi serikat penyewa. Mereka menyadari potensi "badai" penggusuran massal akan segera terjadi, dan kini gelombang itu benar-benar menerjang warga New York. Mereka mendefinisikan penyewa sebagai "siapa pun yang tidak memiliki kendali atas tempat tinggalnya" dan memperjuangkan hak-hak mereka.
Perjuangan BED tidak terbatas pada penggusuran yang diperintahkan pengadilan saja. Mereka juga melawan berbagai bentuk penindasan lain seperti penggusuran ilegal, pelecehan, kelalaian ekstrem dari pemilik properti, kenaikan sewa yang keterlaluan, penolakan perpanjangan sewa, hingga tekanan sistematis yang membuat penyewa terpojok.
Lalu, bagaimana taktik BED dalam menjaga agar warga tetap memiliki tempat tinggal? Organisasi ini fokus pada pengorganisasian komunitas. Mereka membentuk asosiasi penyewa dan menjangkau lingkungan yang paling rentan, karena keyakinan mereka, komunitas yang terorganisir adalah pertahanan terbaik melawan penggusuran. Mereka rutin mengadakan lokakarya edukasi politik dan pelatihan "ketahui hak-hak Anda" bagi para penyewa.
Tidak hanya itu, BED juga aktif dalam aksi langsung. Mulai dari "blockade" (penghadangan) saat eksekusi penggusuran hingga "stoop-watches" (pengawasan). Mereka juga melancarkan kampanye publik melawan pemilik properti yang nakal. Kadang kala, mereka bahkan melakukan "perbaikan gerilya" — para anggotanya yang terampil memperbaiki kondisi rumah yang diabaikan pemilik, seperti instalasi pipa, pengerjaan kayu, bahkan memasang toilet, wastafel, dan kompor yang sebelumnya dicopot paksa oleh pemilik properti.
Meski bukan lembaga hukum, BED juga membantu penyewa dalam menghadapi sistem peradilan. Melalui berbagai upaya ini, Brooklyn Eviction Defense terus berjuang untuk menciptakan sistem perumahan yang lebih adil di New York, di mana hak atas tempat tinggal bukan lagi komoditas yang mudah direbut.