TEHERAN, AL JAZEERA – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan dengan tegas bahwa negaranya siap mempertahankan setiap jengkal wilayahnya. Pernyataan keras ini ia sampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dalam pidatonya saat acara penghormatan untuk mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang dihadiri pejabat tinggi Iran dan duta besar asing, Pezeshkian menegaskan bahwa setiap upaya untuk memecah belah Iran telah gagal total. Ia mengirim sinyal kuat bahwa militer Iran tidak akan mentolerir ancaman terhadap kedaulatan negaranya.
Pernyataan ini muncul di saat hubungan Iran dengan negara-negara Barat dan Israel semakin memanas. Analis menilai retorika keras Teheran ini merupakan respons atas tekanan internasional yang terus meningkat, termasuk sanksi ekonomi dan isu program nuklir Iran. Namun, pernyataan ini juga bisa menjadi sinyal bahwa Iran membuka pintu untuk negosiasi, namun dari posisi yang kuat.
Dampaknya bagi masyarakat global, pernyataan ini berpotensi mengganggu stabilitas harga minyak dunia karena Iran adalah salah satu produsen minyak utama. Selain itu, situasi ini juga meningkatkan risiko konflik regional yang bisa melibatkan aktor-aktor non-negara di Suriah, Yaman, dan Lebanon yang merupakan sekutu Iran.