Ketegangan militer di Yaman kembali meledak. Koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim sistem pertahanan udaranya sukses menghancurkan tiga rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah Kerajaan. Dua rudal di antaranya diarahkan ke ibu kota Riyadh, sementara satu lainnya menargetkan Provinsi Timur. Juru bicara koalisi, Mayjen Turki al-Maliki, juga melaporkan intersepsi dua rudal jelajah di wilayah Riyadh dan sektor selatan.
Namun, aksi saling serang ini memakan korban dari pihak sipil. Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi melaporkan sedikitnya 33 orang tewas, termasuk 8 perempuan dan 13 anak-anak, akibat serangan udara koalisi di Desa al-Shariyah, dekat Sanaa. Serangan tersebut juga melukiskan 39 orang lainnya dan menghantam permukiman warga hingga tim penyelamat.
Intensitas konflik meningkat sejak operasi militer "Fajar Yaman" diluncurkan bulan lalu untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi. Situasi kian memburuk dengan laporan 4.369 serangan udara sejak eskalasi terbaru. Dampaknya bagi masyarakat sangat fatal; data PBB mencatat lebih dari 1.600 orang tewas dan hampir 300.000 warga terpaksa mengungsi sejak gencatan senjata 2022 runtuh. Blokade pelabuhan dan pertempuran di garis depan terus memperparah krisis kemanusiaan di negara tersebut.