DRONE UKRAINA MELEDAK DI PELABUHAN RUMANIA, NATO SIAGA - Berita Dunia
← Kembali

DRONE UKRAINA MELEDAK DI PELABUHAN RUMANIA, NATO SIAGA

Foto Berita

BUCHAREST – Sebuah drone laut milik Ukraina meledak di Pelabuhan Constanta, Rumania, Jumat (21/3/2025) pagi waktu setempat. Insiden ini memicu kekhawatiran baru akan meluasnya perang Rusia-Ukraina ke negara-negara tetangga yang merupakan anggota NATO.

Kementerian Pertahanan Rumania mengonfirmasi drone tersebut meledak sendiri sekitar pukul 10.30 waktu setempat di dekat terminal minyak. Beruntung, ledakan itu tidak menimbulkan korban jiwa. Meski begitu, pihak berwenang langsung mengevakuasi pelabuhan dan memperingatkan warga di sepanjang pantai Laut Hitam untuk berlindung.

Angkatan Laut Ukraina kemudian mengakui bahwa drone tersebut adalah milik mereka. Menurut keterangan resmi Kyiv, drone itu kehil Kendali setelah terkena gangguan elektronik (electronic warfare) dari Rusia saat bertugas di Laut Hitam. Akibatnya, drone hanyut hingga ke perairan Rumania.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan bahwa insiden ini adalah 'konsekuensi langsung' dari perang Rusia melawan Ukraina. Ia memperingatkan bahwa perang kini semakin menjadi ancaman langsung bagi negara-negara di perbatasan timur Eropa. 'Solidaritas kami mutlak. Eropa akan terus berinvestasi besar-besaran pada sistem pertahanan udara dan anti-drone,' tegasnya.

Ini bukan pertama kalinya perang meluber ke Rumania. Pekan lalu, sebuah drone Rusia jatuh menabrak apartemen di negara tersebut. Awal pekan ini, angkatan laut Rumania juga meledakkan ranjau darat tipe YaRM milik Rusia yang hanyut ke pantai mereka.

Analisis: Ledakan drone ini menunjukkan betapa rapuhnya keamanan di wilayah perbatasan NATO. Rumania, yang berbagi perbatasan darat sepanjang 650 km dengan Ukraina, terus meminta bantuan alutsista tambahan dari NATO. Situasi ini juga berdampak ke negara non-NATO. Di hari yang sama, Azerbaijan melaporkan lima warganya tewas akibat serangan drone Ukraina terhadap kapal kargo di Laut Azov. Artinya, eskalasi perang ini tidak hanya mengancam anggota NATO, tetapi juga pelayaran dan perdagangan global di kawasan Laut Hitam.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook