Sebuah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari sisa-sisa amunisi perang (unexploded ordnance) mengguncang wilayah utara Israel, tepatnya di dekat perbatasan Lebanon, pada Senin pagi waktu setempat. Insiden ini mengakibatkan sekitar 20 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom (MDA), melaporkan bahwa pihaknya tengah menangani delapan korban dalam kondisi serius dan sedang, serta sejumlah lainnya yang mengalami luka ringan. Ledakan tersebut terjadi di area antara Kibbutz Manara dan Kibbutz Yiftach, dekat komunitas Neot Mordechai.
Otoritas kepolisian setempat, termasuk petugas dari Kantor Polisi Kiryat Shmona, telah diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area dan melakukan penutupan akses. Tim ahli bahan peledak (bomb disposal experts) saat ini sedang menyelidiki penyebab pasti dan sumber ledakan tersebut.
Dampak dari insiden ini cukup signifikan secara politis. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan membatalkan rencana kunjungannya ke Tepi Barat (West Bank) menyusul laporan terjadinya ledakan tersebut. Situasi di perbatasan utara Israel memang dikenal tegang dan sering menjadi lokasi pertempuran, meninggalkan banyak material berbahaya yang belum meledak di wilayah tersebut.