Kekalahan 0-2 Manchester United di markas Atletico Madrid pada laga Liga Champions, Rabu dini hari WIB, bukan cuma soal hasil di lapangan. Bek Setan Merah, Lisandro Martinez, melontarkan kritik tajam ke jajaran petinggi klub yang dinilainya kurang berinvestasi di bursa transfer musim panas.
United memang sedang dalam performa buruk. Mereka belum menang dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, dan start musim liga ini menjadi yang terburuk dalam 40 tahun terakhir.
Usai laga, Martinez tak menahan diri. Ia menyebut penampilan timnya 'sangat buruk' dan menyindir bahwa kondisi di lapangan adalah cerminan dari kondisi klub saat ini. Ia secara eksplisit menyebut Direktur Teknis Jason Wilcox, dan berharap manajemen lebih agresif membangun skuad setelah finis ketiga musim lalu.
Menariknya, Martinez menolak menyalahkan pelatih Michael Carrick yang tengah tertekan. Ia menegaskan bahwa pergantian pelatih terus-menerus bukan solusi, dan meminta publik melihat 'area lain' di manajemen klub.
Kritik ini memicu reaksi dari legenda United, Wayne Rooney. Menurut Rooney, komentar Martinez sudah keterlaluan dan seharusnya disampaikan secara internal. Rooney bahkan menilai bahwa pemain Argentina itu berisiko tersingkir jika terus bersikap vokal.
Di sisi lain, pemilik minoritas Jim Ratcliffe hadir langsung di stadion menyaksikan kekalahan tersebut. Man United sebenarnya sudah menghabiskan sekitar 140 juta poundsterling untuk mendatangkan Carlos Baleba, Youri Tielemans, dan Andrey Santos. Namun, para penggemar kecewa karena klub tidak mendatangkan bek kiri dan striker baru.
Analisis Singkat: Situasi ini menunjukkan adanya perpecahan antara pemain dan manajemen di Old Trafford. Ketika pemain merasa tidak didukung dengan belanja pemain yang memadai, sementara hasil di lapangan terus menurun, tekanan bukan hanya pada pelatih, tapi juga pada struktur kepemimpinan klub. Bagi masyarakat luas, ini menjadi tontonan drama sepak bola yang menunjukkan bahwa uang besar tidak menjamin kesuksesan jika strategi dan komunikasi internal kacau.