New York, AS – Space Exploration Technologies Corp. atau yang lebih dikenal sebagai SpaceX, resmi melantai di bursa saham Amerika Serikat dengan valuasi fantastis. Perusahaan antariksa milik Elon Musk ini langsung menempati posisi keenam perusahaan terbesar di AS berdasarkan nilai pasar.
Saham SpaceX dibuka pada Jumat (25/10) waktu setempat di harga USD 150 per lembar. Angka ini naik 6,6 persen dari harga perdana (IPO) yang sebelumnya ditetapkan. Dengan lonjakan ini, valuasi SpaceX mencapai USD 1,96 triliun, mendekati angka USD 2 triliun.
Pencapaian ini langsung mengantarkan Elon Musk sebagai manusia pertama di dunia yang berstatus triliuner, dengan kekayaan pribadi menembus angka USD 1 triliun. Sebuah lompatan status yang mencengangkan, mengingat pada tahun 2022 lalu, kekayaan bersih Musk sempat tergerus hingga USD 200 miliar akibat aksi jual besar-besaran saham Tesla untuk mendanai akuisisi Twitter (kini X).
IPO SpaceX tergolong fenomenal. Permintaan saham (oversubscribed) mencapai empat kali lipat dari target awal. Menurut laporan Reuters, dana yang dihimpun mencapai USD 75 miliar. Yang menarik, Bloomberg News melaporkan bahwa 70 persen saham IPO diborong oleh investor jangka panjang (long-only investors) dan dana kekayaan negara (sovereign wealth funds) dari Arab Saudi dan Kuwait.
Namun, pesta bursa ini tidak sepenuhnya mulus. Aksi protes mewarnai pelaksanaan IPO di Nasdaq MarketSite, New York. Para demonstran mengecam dugaan bahwa Grok, asisten AI milik xAI (anak perusahaan SpaceX), memungkinkan pengguna membuat gambar seksual palsu (deepfake) tanpa persetujuan. Isu etika AI ini menjadi bayang-bayang di tengah euforia pasar.
Meski begitu, para analis optimistis. Samuel Kerr, kepala pasar modal ekuitas global Mergermarket, menyebut harga saham SpaceX berpotensi melonjak 20 persen lebih. “Jika kenaikannya di bawah itu, saya malah akan khawatir,” ujarnya.
Pencapaian ini menjadi kado manis bagi SpaceX yang tahun lalu mencatat kerugian hampir USD 5 miliar. Pendapatan perusahaan juga masih jauh di bawah raksasa teknologi lain dengan valuasi serupa. Namun, lini bisnis Starlink—layanan internet satelit—menjadi motor utama yang menyumbang hingga 80 persen pendapatan perusahaan.
IPO SpaceX juga dipandang sebagai pemanasan bagi aksi korporasi serupa di masa depan. Pasar akan mencermati apakah kesuksesan ini menjadi sinyal positif bagi rencana IPO raksasa AI seperti Anthropic dan OpenAI.