Jakarta - Investigasi resmi mengungkap fakta mengejutkan di balik tewasnya 33 tahanan di Minna, Nigeria. Hasil penyelidikan forensik memastikan kematian massal tersebut bukan disebabkan oleh wabah penyakit seperti dugaan awal, melainkan murni akibat kelalaian fatal pihak berwenang.
Para korban yang ditahan oleh Nigeria Security and Civil Defence Corps atas tuduhan penambangan ilegal ini tewas akibat gagal napas akut. Penyebabnya adalah kondisi sel yang sangat sesak, ventilasi buruk, dehidrasi, hingga paparan panas ekstrem. Fakta mencengangkan lainnya, sel berukuran sekitar 20 meter persegi itu dipaksa menampung 50 orang tanpa air bersih dan toilet layak.
Lebih miris, para petugas dilaporkan sengaja mengabaikan teriakan minta tolong para tahanan. Mereka sempat mendengar jeritan dan ketukan di dinding sel, namun tidak memberikan respons apa pun. Investigasi juga menemukan bahwa operasi penangkapan dilakukan tanpa prosedur standar dan surat perintah yang sah.
Menteri Dalam Negeri Nigeria, Olubunmi Tunji-Ojo, berjanji akan menindak tegas para pelaku. Ia menyebut adanya indikasi upaya menghilangkan barang bukti karena ruang tahanan sempat dibersihkan sebelum tim investigasi datang. Pemerintah berencana memberikan kompensasi kepada keluarga korban dan menyoroti pentingnya reformasi sistem kepenjaraan di negara tersebut.