Koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi ke arah wilayah Medina. Kota ini menjadi perhatian dunia karena statusnya sebagai salah satu kota tersuci dalam Islam. Insiden ini terjadi hanya beberapa menit setelah Badan Pertahanan Sipil Saudi mengeluarkan peringatan dini akan potensi bahaya di sekitar pelabuhan strategis Yanbu, yang berjarak sekitar 300 km dari Medina.
Juru bicara koalisi, Turki al-Malki, menyebut rudal tersebut diluncurkan oleh 'milisi teroris Houthi'. Namun, pihak Houthi melalui juru bicara militernya, Yahya Saree, membantah keras tuduhan itu. Mereka menegaskan operasi militer mereka hanya menyasar fasilitas minyak dan pangkalan militer, bukan kota suci. Houthi menyebut tuduhan koalisi sebagai 'kebohongan besar yang terang-terangan'.
Analisis Singkat: Meskipun klaim kedua belah pihak saling bertentangan, eskalasi ini menunjukkan bahwa perang Yaman tidak hanya berdampak pada keamanan maritim di Laut Merah, tetapi juga mulai merambah ke simbol-simbol keagamaan dan infrastruktur vital. Pelabuhan Yanbu sendiri adalah jalur ekspor minyak utama Arab Saudi melalui pipa East-West. Gangguan di wilayah ini bisa memicu lonjakan harga minyak global dan memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman, di mana pertempuran darat di Taiz dan al-Jawf masih berkecamuk dengan korban jiwa yang terus berjatuhan.