PERANG 10 TAHUN, YAMEN MASIH TERBELAH - Berita Dunia
← Kembali

PERANG 10 TAHUN, YAMEN MASIH TERBELAH

Foto Berita

Konflik bersenjata yang telah berlangsung lebih dari satu dekade membuat peta kekuasaan di Yaman terus berubah. Meski garis depan pertempuran silih berganti, kelompok Houthi hingga kini masih menguasai ibu kota Sanaa, sementara tidak ada satu pun pihak yang berhasil mengendalikan seluruh negara. Kondisi ini diperparah dengan krisis kemanusiaan berkepanjangan yang membuat warga Yaman terjebak dalam kemiskinan dan malnutrisi.

Sejarah mencatat, kelompok Houthi yang juga dikenal sebagai Ansar Allah pertama kali merebut Sanaa pada 21 September 2014. Mereka bergerak dari basis utama di Saada, Yaman utara, dengan memanfaatkan gelombang protes akibat pemotongan subsidi bahan bakar pada Juli 2014. Aliansi strategis dengan pasukan pendukung mantan Presiden Ali Abdullah Saleh kala itu memperkuat posisi mereka untuk menguasai institusi militer dan negara.

Eskalasi konflik memuncak ketika Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi melarikan diri ke Aden pada Februari 2015, lalu mengungsi ke Riyadh. Pada Maret 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan intervensi militer untuk mengembalikan pemerintahan yang diakui internasional. Namun, upaya militer bertahun-tahun dengan kampanye udara besar-besaran tetap gagal merebut kembali Sanaa dari cengkraman Houthi.

Dinamika politik kian rumit setelah pecahnya aliansi Houthi-Saleh pada Desember 2017, yang berujung tewasnya mantan presiden tersebut. Kini, Houthi berkuasa penuh di barat laut Yaman, sementara pasukan pro-pemerintah bertahan di wilayah selatan dan timur. Selain itu, kelompok Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) masih memiliki pengaruh di beberapa kantong wilayah. Kesepakatan Stockholm 2018 sempat menghentikan ofensif besar di Hodeidah, pelabuhan vital bagi masuknya bantuan pangan, namun fragmentasi kekuasaan masih menjadi hambatan utama perdamaian.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook