Jakarta, Media Online – Tragedi penerbangan Air India nomor AI171 mengguncang dunia pada 12 Juni 2024 lalu. Pesawat Boeing 787 Dreamliner yang membawa 240 orang, termasuk 169 warga India dan 53 warga Inggris, jatuh hanya 32 detik setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad, India. Kecelakaan ini menewaskan 239 penumpang dan awak, serta 19 orang di darat.
Rekaman CCTV dan video media sosial memperlihatkan pesawat lepas landas secara normal, namun gagal mencapai ketinggian yang aman. Pesawat melayang di udara sebelum meluncur turun dan menghilang di balik pepohonan. Seketika, kepulan api dan asap hitam membumbung tinggi, menandakan bencana besar telah terjadi.
Yang menjadi misteri besar adalah penyebab pasti kecelakaan ini. Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan India (AAIB) kini memimpin penyelidikan. Sesuai hukum internasional, Amerika Serikat melalui NTSB juga turun tangan, mengingat pesawat buatan Boeing dan mesin buatan GE Aerospace ikut terlibat.
Analisis Dampak: Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Boeing yang sedang terpuruk akibat skandal keselamatan beruntun. Boeing 787 Dreamliner sebelumnya memiliki catatan keselamatan nyaris sempurna. Kecelakaan ini juga mengancam reputasi Air India yang baru saja diakuisisi Tata Group. Lebih jauh lagi, publik mulai mempertanyakan kredibilitas investigasi nasional yang rentan terhadap tekanan politik dan korporasi. Hasil investigasi final belum dirilis, namun kasus ini membuka luka lama tentang transparansi dan akuntabilitas dalam penyelidikan kecelakaan penerbangan global.