HAK ABORSI AS DI UJUNG TANDUK! AKTIVIS SUDAH SIAP? - Berita Dunia
← Kembali

HAK ABORSI AS DI UJUNG TANDUK! AKTIVIS SUDAH SIAP?

Foto Berita

Kabar bocornya draf putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat baru-baru ini bikin geger jagat hukum, khususnya pegiat hak-hak reproduksi. Bagaimana tidak, draf tersebut mengindikasikan kemungkinan besar putusan legendaris Roe v. Wade, yang telah melegalkan aborsi secara nasional selama hampir 50 tahun, akan dibatalkan. Jika ini terjadi, masa depan akses aborsi di AS bakal berubah drastis.

Meski begitu, para sukarelawan dan aktivis keadilan reproduksi rupanya tak kaget. Mereka sudah lama mengantisipasi skenario terburuk ini. Alih-alih panik, mereka justru sudah menyiapkan strategi dan panduan untuk terus memperjuangkan akses aborsi, bahkan jika nanti statusnya tidak lagi legal di seluruh negara bagian.

Seorang jurnalis yang peduli, Samantha Grasso, langsung menanyakan ke para aktivis: materi edukasi apa yang wajib dibaca oleh mereka yang baru mau terjun ke dunia aktivisme hak aborsi? Jawabannya beragam, mulai dari buku-buku mendalam hingga panduan praktis.

Beberapa rekomendasi buku penting yang wajib disimak antara lain: Bodies on the Line: At the Front Lines of the Fight to Protect Abortion in America karya Lauren Rankin, yang menceritakan perjuangan di garis depan. Ada juga The End of Roe v. Wade: Inside the Right's Plan to Destroy Legal Abortion oleh Robin Marty dan Jessica Mason Pieklo, yang membongkar strategi di balik upaya pembatalan Roe. Untuk panduan praktis di era pasca-Roe, bisa baca The New Handbook for a Post-Roe America karya Robin Marty.

Tak hanya itu, buku seperti Killing the Black Body: Race, Reproduction, and the Meaning of Liberty karya Dorothy Roberts juga jadi sorotan, menyoroti dimensi ras dalam isu reproduksi. Ada juga Reproductive Justice: An Introduction oleh Loretta Ross dan Rickie Solinger yang memberikan pemahaman komprehensif tentang konsep keadilan reproduksi.

Intinya, para aktivis ini bukan cuma siap menghadapi tantangan hukum, tapi juga mendorong masyarakat untuk terus belajar dan terlibat. Mereka menunjukkan bahwa perjuangan untuk hak aborsi belum berakhir, bahkan justru baru dimulai dengan persiapan yang matang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook