PENJAGA PENYU LEBANON TEWAS DISERANG ISRAEL - Berita Dunia
← Kembali

PENJAGA PENYU LEBANON TEWAS DISERANG ISRAEL

Foto Berita

Beirut, Lebanon – Dunia konservasi kehilangan sosok gigih. Mona Khalil, ahli ekologi kelautan Lebanon berusia 77 tahun, meninggal dunia akibat luka parah setelah serangan Israel menghantam rumahnya di dekat kota Tyre pekan lalu. Kisahnya menjadi simbol ironi perang: seorang wanita yang mendedikasikan hidupnya untuk melindungi penyu, justru tumbang oleh rudal.

Kelompok lingkungan Live Love Tyre mengonfirmasi kabar duka ini pada Jumat (27/9/2024). 'Dengan kesedihan mendalam kami kehilangan Mona. Warisannya luar biasa. Dia memilih bertahan dan merawat penyu-penyu kami,' tulis mereka di Facebook.

Perjalanan hidup Khalil memang unik. Lahir di Lagos, Nigeria, pada 1949, ia menghabiskan puluhan tahun di luar negeri sebelum akhirnya menetap di Lebanon selatan. Titik baliknya terjadi pada 1999 saat ia secara tidak sengaja bertemu seekor penyu yang naik ke Pantai al-Mansouri untuk bertelur. Sejak momen itu, ia mengabdikan diri menjaga sarang penyu tempayan (loggerhead) dan penyu hijau yang terancam punah.

Kedua spesies ini berada di ujung tanduk akibat pembangunan pesisir, sampah plastik, jaring ikan, dan polusi cahaya. Khalil tak tinggal diam. Pada 2000, ia ikut mendirikan Orange House, proyek ekowisata di pantai yang sama. Ia juga mendokumentasikan kehidupan laut dan vokal menentang pencemaran garis pantai Lebanon.

Kepergian Khalil terjadi di tengah eskalasi besar. Pada hari yang sama, Israel meningkatkan serangan udara ke Lebanon selatan, menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai puluhan lainnya. Aksi ini mengancam gencatan senjata rapuh antara Iran dan AS.

Analisis Dampak: Kematian Khalil bukan sekadar kehilangan pribadi. Ini pukulan telak bagi upaya konservasi penyu di Mediterania timur. Tanpa sosok seperti Khalil yang menjadi 'mata dan telinga' di lapangan, perlindungan spesies yang sangat terancam ini akan makin sulit. Selain itu, insiden ini mempertegas bahwa perang tidak memandang bulu—bahkan mereka yang paling damai sekalipun bisa menjadi korban.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook