Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik pedas, kali ini menyasar bintang NBA LeBron James. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menuduh James berperilaku tidak hormat saat lagu kebangsaan 'The Star-Spangled Banner' berkumandang sebelum pertandingan baru-baru ini.
Dalam video yang dibagikan Trump, terlihat James berdiri di barisan pemain Philadelphia 76ers sambil melakukan gerakan pemanasan—mengayunkan tangan dan seolah melakukan gerakan menembak bola. Trump pun menuntut permintaan maaf, dengan menyebut James telah melecehkan para veteran dan pahlawan Amerika yang gugur demi bendera negara.
Kritik ini bukan yang pertama bagi Trump. Sebelumnya, ia juga menyerang quarterback NFL Colin Kaepernick yang berlutut saat himne sebagai protes terhadap ketidakadilan rasial, hingga membatalkan kunjungan juara Super Bowl Philadelphia Eagles ke Gedung Putih pada 2018.
LeBron James sendiri dikenal vokal dalam isu sosial, terutama sejak memimpin suara atlet dalam gerakan Black Lives Matter pada 2020. Ia juga sering menyuarakan isu-isu progresif seiring kariernya yang kini menempatkannya sebagai pencetak skor terbanyak sepanjang sejarah NBA.
Analisis Dampak: Konflik ini memperlihatkan gesekan lama antara dunia olahraga dan politik di AS. Bagi masyarakat, perdebatan soal protes saat himne masih memicu polarisasi—sebagian melihatnya sebagai bentuk kebebasan berekspresi, sementara yang lain menganggapnya tidak patriotik. Sikap vokal James berpotensi memperkuat dukungan generasi muda terhadap isu keadilan sosial, namun juga bisa mempertajam perpecahan politik di kalangan penggemar olahraga.