Bintang sepak bola dunia, Kylian Mbappé, kini berhadapan dengan badai kritik setelah komentarnya tentang mendiang pemimpin Cina, Mao Zedong, memicu kemarahan publik dan pemerintah setempat. Insiden ini bermula dari pernyataan Mbappé yang dinilainya sebagai 'kurang bijak' (ill-judged), yang langsung berbuntut panjang. Sejumlah merek besar asal Cina dikabarkan kompak menarik kerja sama dengan pesepakbola asal Prancis tersebut sebagai bentuk protes.
Bukan hanya dari kalangan korporasi, Kementerian Luar Negeri Cina turut angkat bicara dan mengecam pernyataan Mbappé. Situasi ini menjadi sorotan media internasional, termasuk BBC, yang menyoroti bagaimana satu kalimat bisa berimbas fatal pada karier komersial seorang atlet di pasar raksasa seperti Cina.
Analisis Dampak: Bagi masyarakat umum, kasus ini menjadi pengingat keras bahwa dalam era digital, pernyataan publik figur memiliki konsekuensi ekonomi dan diplomatik yang nyata. Sementara itu, bagi penggemar olahraga di Indonesia, insiden ini menegaskan bahwa bintang lapangan hijau tidak hanya dituntut pandai mengolah bola, tetapi juga cermat dalam menjaga sentimen politik global agar tidak merusak citra dan pendapatan mereka di kancah internasional.