Kabar mengejutkan datang dari sesi kualifikasi Formula 1 Jepang di Sirkuit Suzuka. Tim Mercedes berhasil mencuri perhatian dengan meraih posisi 1-2 yang dominan. Pembalap muda berbakat mereka, Kimi Antonelli, tampil memukau dengan merebut pole position, disusul rekan setimnya, George Russell, di posisi kedua.
Antonelli, pembalap berusia 19 tahun asal Italia, menunjukkan kelasnya dengan merebut pole kedua berturut-turut setelah GP China dua minggu lalu. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai peraih pole termuda dalam sejarah F1. Mercedes sendiri sedang dalam performa puncak di awal musim ini, dengan dua kali meraih hasil 1-2 di dua seri Grand Prix.
Namun, sorotan juga tertuju pada sang juara dunia empat kali, Max Verstappen dari tim Red Bull, yang justru mengalami mimpi buruk. Verstappen harus puas start dari posisi ke-11 setelah gagal menembus Q3. Ia secara terang-terangan menyebut mobil Red Bull-nya 'sulit dikendarai' dan 'tidak bisa diprediksi', mengalami masalah oversteer di awal tikungan dan understeer di tengah tikungan.
Situasi ini memperpanjang rentetan hasil kurang memuaskan bagi Verstappen musim ini. Sebelumnya, ia sempat mengalami kecelakaan di sesi kualifikasi Australia dan gagal finis di GP China dua minggu lalu. Verstappen juga berulang kali menyuarakan keluhannya terkait regulasi baru F1 yang kini membagi rata 50-50 kekuatan konvensional dan elektrik pada mobil.
Performa jeblok Verstappen dan kebangkitan Mercedes jelas mengubah peta persaingan F1 yang selama ini didominasi Red Bull. Frustrasi Verstappen juga terlihat jelas, bahkan sampai bersitegang dengan jurnalis sebelum kualifikasi, menunjukkan tekanan besar yang dihadapinya. Kondisi ini menjanjikan balapan utama yang lebih seru dan sulit ditebak, apalagi dengan posisi start Verstappen yang jauh di belakang.