SENIMAN DUNIA BERSUARA: PANGGUNG GRAMMY LAWAN KEBIJAKAN KONTROVERSIAL! - Berita Dunia
← Kembali

SENIMAN DUNIA BERSUARA: PANGGUNG GRAMMY LAWAN KEBIJAKAN KONTROVERSIAL!

Foto Berita

Panggung Grammy Awards tahun ini tak cuma diramaikan dengan penghargaan dan penampilan memukau, tapi juga menjadi arena protes lantang para musisi papan atas dunia. Sejumlah bintang, mulai dari Bad Bunny hingga Billie Eilish, secara terbuka menyuarakan penolakan mereka terhadap kebijakan imigrasi kontroversial pemerintah Amerika Serikat, khususnya operasi Immigration and Customs Enforcement (ICE). Aksi ini tak sekadar 'gaya-gayaan' selebriti, melainkan bentuk solidaritas atas dampak mematikan dari razia imigran yang memicu gelombang kemarahan publik.

Musisi ternama seperti Bad Bunny dan Billie Eilish terlihat mengenakan pin bertuliskan "ICE OUT" dan memanfaatkan pidato penerimaan penghargaan mereka untuk mengecam keras penggerebekan yang dilakukan ICE. Penggerebekan ini, menurut laporan, telah memicu protes besar-besaran dan bahkan merenggut nyawa di jalanan maupun di pusat penahanan. Bad Bunny, yang meraih Grammy untuk albumnya, menegaskan, "Kami bukan orang barbar, kami bukan binatang, kami bukan alien; kami adalah manusia, dan kami adalah orang Amerika." Bahkan, penampilannya di Super Bowl mendatang disebut-sebut akan menjadi sasaran patroli agen ICE, menyusul peringatan dari Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem yang menyatakan hanya "warga Amerika yang taat hukum" boleh hadir.

Billie Eilish juga tak kalah lantang, dengan tegas menyatakan "F ICE. Tidak ada yang ilegal di tanah curian." Ungkapan serupa datang dari Damian Kulash (OK Go) yang merasa "tidak bertanggung jawab" untuk bersenang-senang ketika pemerintah "mengerahkan tentara pria bertopeng anonim untuk menyerang rakyatnya sendiri." Gelombang protes dari selebriti ini hadir di tengah meningkatnya penolakan publik terhadap operasi ICE di berbagai kota, yang mencakup insiden penembakan fatal dua warga AS oleh agen federal dan penangkapan anak lima tahun bersama ayahnya.

Menurut Jess Morales Rocketto dari kelompok advokasi Latino Maremoto, demonstrasi ini jauh lebih dari sekadar "momen karpet merah." Ini menunjukkan tantangan yang dihadapi seniman dalam mengekspresikan pandangan politik mereka, dengan potensi keberatan dari label rekaman, manajer, atau mitra korporat. Aksi protes selebriti di panggung seprestisius Grammy ini memiliki kekuatan besar untuk menarik perhatian jutaan pasang mata dan telinga, baik di AS maupun global. Ini bukan hanya mengangkat isu imigrasi ke permukaan, tetapi juga menantang narasi dominan seputar penegakan hukum imigrasi yang sering kali dianggap keras. Bagi masyarakat umum, dukungan dari figur publik bisa memperkuat gerakan advokasi imigran, sekaligus memicu perdebatan sengit antara mereka yang mendukung penegakan hukum imigrasi ketat dan mereka yang menyerukan pendekatan lebih humanis. Peristiwa ini juga menyoroti bagaimana seni dan hiburan semakin menjadi platform penting untuk aktivisme sosial, memaksa politisi dan publik untuk tidak mengabaikan suara-suara minoritas dan isu-isu sensitif yang sering terpinggirkan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook