Tiga tahun sudah konflik kemanusiaan di Gaza berlangsung, dan hingga kini belum ada tanda-tanda pemulihan bagi para penyintas. Data terbaru mencatat lebih dari 74.000 orang tewas, termasuk 1.400 di antaranya gugur setelah gencatan senjata Oktober tahun lalu. Bukan hanya kematian, krisis kesehatan mental juga menghantui warga yang tersisa.
Laporan dari UNFPA mengungkapkan lebih dari satu juta anak di Gaza membutuhkan dukungan psikososial, dengan 96 persen di antaranya merasa kematian sudah di depan mata. Di kalangan remaja dan dewasa muda, sekitar 61 persen mengalami PTSD, 38 persen depresi, dan 41 persen gangguan kecemasan. Studi lain bahkan menyebut 88 persen orang dewasa di Gaza mengidap PTSD.
Kondisi ini diperparah karena trauma yang dialami bukan hal baru. Sejak 2020, setengah anak-anak Gaza sudah menunjukkan gejala PTSD akibat perang berkepanjangan. Dampak psikologis ini tidak bisa disembuhkan selama serangan masih berlanjut, membuat harapan untuk pulih semakin tipis bagi warga yang bertahan hidup.